Kolaborasi Pendampingan: Kunci Sukses Koperasi Desa Merah Putih

Reporter : -
Kolaborasi Pendampingan: Kunci Sukses Koperasi Desa Merah Putih
Dapit Yusra Kusuma, S.Sos, MM TAPM Kabupaten Jember, Alumni Fisip Universitas Jember

 

Oleh: Dapit Yusra Kusuma, S.Sos, MM

Baca Juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi

TAPM Kabupaten Jember, Alumni Fisip Universitas Jember

Jember, JatimUPdate.id - Koperasi Desa Merah Putih hadir sebagai harapan baru yang membawa semangat perubahan untuk masyarakat desa Indonesia.

Dengan potensi ekonomi yang besar di desa, koperasi ini menjadi solusi strategis untuk mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga desa. Kesuksesan koperasi ini sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak.

Dalam semangat Astacita Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan kebersamaan, kerja keras, dan gotong-royong, Kementerian Desa PDT melalui pendamping desa, Project Management Office (PMO), Business Assistant dari Kementerian Koperasi, TNI, serta dukungan pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya, bersinergi menjalankan peran masing-masing demi pengembangan koperasi ini.

Sinergi yang kuat ini menjadi kekuatan utama dalam mengubah wajah ekonomi desa menjadi lebih maju dan mandiri.

Pendamping desa menjadi ujung tombak dalam membimbing masyarakat. Tidak hanya membantu menyusun program, mereka memastikan partisipasi aktif warga dalam setiap proses pembangunan. Berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 294 Tahun 2025, pendamping desa memiliki tugas penting memberikan pelatihan dan edukasi yang membekali masyarakat dengan keterampilan mengelola program secara profesional, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban.

Namun, pendamping desa tidak bekerja sendiri. Dalam kaitanya dengan Koperasi Desa Merah Putih ini ada PMO dan Business Assistant Kementerian Koperasi.

Mereka memegang peran strategis untuk memastikan keberlanjutan koperasi. PMO bertugas memberikan pendampingan teknis, mengatur manajemen anggaran, memantau pelaporan, serta mengembangkan unit bisnis dan inovasi digital yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan ekonomi desa secara keseluruhan.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa

Dengan pengawasan dan evaluasi yang terus menerus, PMO menjaga koperasi tetap fokus dan berada pada jalur yang benar.

Business Assistant membantu koperasi membuka akses pembiayaan dan pelatihan, sekaligus menghadirkan wawasan bisnis yang penting agar pengurus dapat menghadapi persaingan pasar dengan percaya diri dan kemampuan yang memadai.

Selain itu, Kekuatan utama koperasi adalah sumber daya manusia pengurusnya. Pengurus yang berpengetahuan dan terampil mampu mengelola koperasi dengan efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pelatihan yang berkesinambungan dengan dukungan pendamping desa dan Business Assistant sangat krusial untuk memperkuat kapasitas pengurus.

Dukungan dari pemerintah desa dan seluruh stakeholder juga menjadi pilar utama. Pemerintah desa perlu memberikan perhatian dan pendanaan yang memadai agar koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

Peran lembaga keuangan lokal, TNI, kementerian lain, organisasi masyarakat, dan akademisi turut memberikan pendanaan, pelatihan, dan penelitian demi pertumbuhan koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem yang kondusif bagi kemajuan desa secara menyeluruh.

Baca Juga: Desa Kesulitan Lahan untuk KDMP, Pemerintah Siapkan Regulasi

Tantangan tentu ada, seperti masih adanya masyarakat yang belum memahami pentingnya koperasi serta komunikasi yang belum optimal antara pihak terkait. Untuk itu, komunikasi yang intensif dan sosialisasi yang berkelanjutan sangat diperlukan. Pertemuan yang konstruktif dan kampanye informasi yang menyentuh hati masyarakat menjadi langkah penting demi keberhasilan bersama.

Koperasi Desa Merah Putih disingkat KDMP, bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang membangun komunitas yang mandiri dan berdaya.

Dengan semangat Astacita, mari kita dorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan. Saatnya kita bergerak bersama-sama dengan kolaborasi yang kuat, dengan batasan kewenangan masing masing yang jelas antar pihak demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa yang kita cintai.

Mari kita dukung bersama gerakan ini. Koperasi bukan sekadar badan usaha ekonomi belaka, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat yang mampu membawa perubahan besar.

Dengan kebersamaan antara pendamping desa, PMO, Business Assistant Kementerian Koperasi, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan, potensi besar desa kita siap diwujudkan. Kini saatnya kita bersatu, bergerak maju dengan semangat dan tekad untuk membangun masa depan desa yang lebih baik. (ries/mmt)

Editor : Miftahul Rachman