Jumat Berbagi, Medan Pengabdian Politik Arif Fathoni untuk Menyenangkan Hati Masyarakat

Reporter : -
Jumat Berbagi, Medan Pengabdian Politik Arif Fathoni untuk Menyenangkan Hati Masyarakat
Arif Fathoni (tengah, kebaya batik) bersama warga masyarakat, dok istimewa

Surabaya, JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya, sekaligus politisi Partai Golkar, Arif Fathoni, gencar turun ke masyarakat dengan menggelorakan semangat Jumat Berbagi. Kegiatan ini mengusung jargon "Politik Menyenangkan Hati Masyarakat dan Politik Medan Pengabdian Masyarakat".

Fathoni menjelaskan Jum'at Berbagi untuk mendarmabaktikan karier politiknya kepada masyarakat juga bangsa dan negara. 

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Fathoni menuturkan Jum'at Berbagi dilandasi konsep keimanan yang diyakininya dengan niat tulus dan ikhlas.

"Jum'at Berbagi ini, ingin mendarmabaktikan hidup saya untuk kepentingan bangsa dan negara, ini kan melalui jalur politik. Nah kalau kita beriman bahwa segala sesuatu itu kan dimulai dari niat, Innamal a'malu bin niat," kata Fathoni, kepada Jatimupdate, Senin (3/11).

Fathoni menjabarkan, saat bergabung dengan Partai Golkar, dirinya melalui perenungan yang cukup panjang. 

Sebab, sebagai seorang aktivis jalanan saat itu harus menentukan arah, konsisten di jalur jalanan atau masuk ke dalam sistem 

"Nah ketika saya gabung di Partai Golkar tahun 2010, itu hasil kontemplasi, perenungan diri pasca aktif di gerakan parlemen jalanan, saya mau apa? Pilihannya kan cuma dua, masuk ke dalam sistem atau tetap konsisten di jalur luar sistem, berarti kan NGO, (Non Government Organization)," kata Fathoni.

Setelah melalui perenungan itu, Fathoni memutuskan bergabung ke Golkar, serta mengukuhkan karier politiknya sebagai medan pengabdian kepada masyarakat secara luas.

Sebab, beber Fathoni keputusan strategis yang dihasilkan di negara ini merupakan hasil konsensus politik

"Nah saat itu saya berpikir, harus masuk ke dalam sistem. Nah sebagai mantan aktivis mahasiswa, dari situ aku ingin meniatkan diri bahwa politik ini adalah jembatan medan pengabdian kepada masyarakat secara luas, karena tidak ada satupun keputusan strategis di republik ini yang tidak didasari dari hasil konsensus politik," urai Fathoni.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Fathoni menjelaskan, jargon "Politik Menyenangkan Hati Masyarakat dan Politik Medan Pengabdian Masyarakat", diimplementasikan untuk bersentuhan langsung dengan warga masyarakat.

Ikhtiar ini, tambah Fathoni agar menyenangkan hati mereka melalui kebijakan di parlemen maupun saat terjun langsung ke lapangan.

"Jargon itu saya implementasikan dalam laku sehari-hari sebagai politisi, karena politik ini sebagai medan pengabdian kepada masyarakat. Maka kita harus berikhtiar menyenangkan hati masyarakat, melalui kebijakan yang dihasilkan di parlemen maupun dengan laku sehari-hari, baik hadir ketika rakyat butuh, meringankan beban masyarakat ketika rakyat butuh, memudahkan urusan rakyat ketika rakyat butuh, dimudahkan," jelasnya.

"Nah itu semua kan juga perintah agama, Tuhan itu kan berjanji barang siapa memudahkan urusan manusia. Maka Allah akan memudahkan urusannya. Barang siapa meringankan beban saudara manusia yang lain. Maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan di akhirat." tambah Fathoni.

Fathoni menegaskan orientasi karier politiknya terkait hati masyarakat. Sebab yang mempunyai kekuatan membolak-balikkan hati manusia merupakan Sang Pencipta.

Baca Juga: CEO JatimUPdate Ucapkan HUT ke-36 Abdul Malik, Titip Pesan Ingat K’Tut Tantri

Maka dari itu, Fathoni meyakini jika meringankan beban sesama, Sang Khaliq akan menggerakkan hati mereka untuk mengingat di bilik Suara.

"Nah politik kita itu kan soal hati masyarakat, pemilu itu kan soal hati masyarakat. Zat yang maha membolak-balikkan hati masyarakat itu kan Tuhan Yang Maha Esa. Maka kita laksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan, mudahkanlah urusan masyarakat, ringankanlah beban masyarakat m. Insya Allah, Tuhan yang akan menggerakkan hati masyarakat untuk memilih dan mengingat kita di dalam bilik TPS Suara." kata Fathoni.

Maka dari itu, Fathoni menegaskan semangat menggelorakan Jumat Berbagi untuk menyenangkan dan meringankan beban masyarakat.

Langkah ini, menurut Fathoni sebagai ikhtiar mengabdikan karier politiknya menuju jalan kebaikan. 

"Saya menggelorakan semangat Jumat Berbagi dengan membagi sedikit harta yang kita miliki untuk meringankan beban masyarakat. Mungkin bagi orang kaya beras 5 kilo itu tidak ada artinya tapi bagi rakyat yang membutuhkan itu bisa digunakan untuk menyambung hidup. Nah itulah yang saya maksud bahwa politik itu jalan menuju kebaikan," demikian Arif Fathoni. (RoY)

Editor : Yuris. T. Hidayat