Inovasi Ketahanan Pangan Desa Sekaran: Greenhouse Anggur dan Melon Tumpang Sari
Sekaran, Lamongan, JatimUPdate.id – Desa Sekaran di Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan tengah menunjukkan langkah maju yang signifikan dalam inovasi ketahanan pangan.
Melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) "Sekar Sejahtera," dan unit pengelolaan sampah TPS 3R "Sekar Manfaat," desa ini sukses membangun sebuah greenhouse modern dengan sistem tanam tumpang sari antara anggur dan melon.
Pembangunan greenhouse ini merupakan bagian dari realisasi Program Ketahanan Pangan Pemerintah Desa yang didanai dari 20% alokasi Dana Desa Sekaran.
Pertanian Modern dengan Varietas Unggulan.
Kepala Desa Sekaran, H. Isman Afandi, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan ganda: meningkatkan kemandirian pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru dengan fokus pada komoditas bernilai jual tinggi.
Greenhouse ini diisi dengan populasi 90 pohon anggur dan sekitar 700 pohon melon yang ditanam secara tumpang sari. Keunggulan proyek ini terletak pada pemilihan varietas buah premium. Untuk anggur, desa ini membudidayakan berbagai varietas impor pilihan, termasuk Julian, Basanti, Gozv, Everest, Jupiter, Ilaria, Eln 08, Moondrops, Transfigurasi, dan Arra.
Sementara itu, varietas melon yang ditanam mencakup jenis eksklusif seperti Sweet Hami dan Lavender.
"Dengan greenhouse ini, kami menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal untuk varietas anggur impor dan melon eksklusif. Dukungan BUMDes untuk pengelolaan dan TPS 3R untuk pasokan pupuk kompos, memastikan pertanian ini berjalan secara modern, efisien, dan berkelanjutan," ujar Kades Isman Afandi.
Kolaborasi Tiga Pilar untuk Kemandirian Ekonomi
Greenhouse ini menjadi contoh nyata sinergi antara tiga pilar desa:
* Pemerintah Desa Sekaran: Sebagai inisiator dan penyedia dana program ketahanan pangan.
* BUMDes "Sekar Sejahtera": Dipimpin oleh Basuki Rahmad, BUMDes bertanggung jawab dalam pengelolaan operasional, perawatan tanaman, dan pemasaran hasil panen.
* TPS 3R "Sekar Manfaat": Di bawah kepemimpinan Moh. Amin, unit pengelola sampah ini turut berkontribusi dalam menyediakan pupuk organik, mendukung sistem pertanian berkelanjutan.
Direktur BUMDes, Basuki Rahmad, menegaskan bahwa fokus pada varietas unggulan bertujuan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. "Kami berharap proyek ini dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) yang signifikan, serta menjadi pusat edukasi bagi masyarakat tentang budidaya buah premium di iklim tropis," tutup Basuki Rahmad. (ridho/redaksi)
Editor : Redaksi