Fokus Penguatan inovasi Sektor Pangan, Energi, dan Riset, Prabowo Pimpin Rapat Perdana Bersama Kepala BRIN

Reporter : -
Fokus Penguatan inovasi Sektor Pangan, Energi, dan Riset, Prabowo Pimpin Rapat Perdana Bersama Kepala BRIN
Suasana Rapat Koordinasi Presiden Prabowo Subianto dengan Kepala BRIN, Arif Satria dan Menkeu Purbawa.

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas perdana dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, pada Senin (23/11/2025), untuk membahas peran BRIN Daerah serta memperkuat kolaborasi riset dan inovasi nasional, termasuk kerja sama dengan lembaga investasi strategis, Danantara.

Baca Juga: Tahun 2026, Prabowo Targetkan Pembangunan 1.000 Desa Nelayan

Rapat ini menjadi pertemuan resmi pertama Arif Satria sejak dilantik sebagai Kepala BRIN pada 10 November 2025.

Saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sekitar pukul 14.00 WIB, Arif menyampaikan bahwa diskusi dengan Presiden Prabowo fokus pada capaian dan rencana penguatan inovasi di sektor pangan, energi, serta proyek riset yang dikembangkan BRIN bersama lembaga riset lain di Indonesia.

Pertemuan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, menandai langkah awal kolaborasi intensif antara BRIN dan pemerintah pusat untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset dalam kebijakan dan pembangunan nasional.

Arif menjelaskan bahwa BRIN mendorong percepatan kolaborasi lintas kementerian agar kebijakan pemerintah lebih berbasis riset. Selain itu, pembangunan nasional diharapkan semakin memanfaatkan produk inovasi dalam negeri, sehingga hasil riset dapat langsung mendukung kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

"Intinya, bagaimana kita mengakselerasi kolaborasi agar kebijakan bisa berbasis riset dan pembangunan dapat memanfaatkan inovasi dalam negeri," ujar Arif Satria.

Baca Juga: Kebijakan Baru Dana Desa 2026: Fokus Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih

Salah satu fokus utama adalah pemberdayaan BRIN Daerah (BRIDA) yang kini hadir di berbagai provinsi dan kota. BRIN berupaya memastikan inovasi dari perguruan tinggi dan lembaga riset dapat diterapkan secara nyata untuk menyelesaikan persoalan daerah, sekaligus mendukung stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional.

Arif menambahkan, "Jika inovasi di daerah kuat dan mampu mendukung ekonomi lokal, maka itu akan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional."

Selain itu, BRIN berencana memperkuat kerja sama dengan Danantara, lembaga investasi strategis nasional, untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan yang berorientasi pada lini bisnis perusahaan di bawah Danantara. Pertemuan khusus antara BRIN dan Danantara dijadwalkan dalam waktu dekat.

Baca Juga: 10 Tahun Penggunaan Dana Desa Masih Belum Tepat Sasaran, Prabowo Subianto Bakal Rombak Kebijakan

BRIN juga akan memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah melalui pengembangan kawasan sains dan teknologi. Langkah ini bertujuan memperkuat institusi riset daerah sekaligus mempercepat pemanfaatan hasil inovasi untuk kebutuhan pembangunan lokal dan nasional.

"Di sinilah BRIN akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperkuat institusi daerah melalui kawasan sains dan teknologi," jelas Arif.

Rapat terbatas perdana ini menegaskan komitmen pemerintah dan BRIN dalam mengakselerasi riset dan inovasi sebagai pondasi pembangunan nasional. Pemberdayaan BRIN Daerah, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan investasi strategis menjadi kunci dalam mendorong inovasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat