RPH Pegiran Direlokasi ke TOW, Jagal: Ratusan Orang Terputus Mata Pencaharian
Surabaya,JatimUPdate.id - Koordinator Jagal RPH dan Pedagang Daging se-Kota Surabaya, Abdullah Mansur, memastikan ratusan masyarakat akan kehilangan mata pencahariannya jika Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merelokasi RPH Pegirian ke Tambah Oso Wilangon (TOW)
"Dipastikan ada sekitar 500 sampai 1000 orang yang akan terputus mata pencahariannya," kata Abdullah, Minggu (14/12).
Baca Juga: Fathoni Dorong RPH Lakukan Dialog dengan Mitra Jagal
Abdullah mempaekan sejak isu relokasi RPH Pegirian ke TOW mencuat masyarakat sudah enggan melakukan aktivitas di kawasan RPH.
Di antaranya sebut Abdullah mulai dari pedagang daging, soto hingga penjual tulang
"Dengan adanya isu rencana pemindahan ini mereka sudah mau enggan tidak mau lagi bekerja di RPH ataupun di sekitaran sana. Baik itu pedagang daging, soto, rawon tahu tek, tulang dan segala macamnya," urai Abdullah.
Abdullah meyakini, jika semua pedagang di kawasan RPH Pegirian mogok, perekonomian di kota Pahlawan lumpuh.
Baca Juga: Fajar Ogah Komentari Demonstrasi Mitra Jagal, Fokus Pelayanan Pemotongan di Pegirian dan TOW
Sebab beber Abdullah, pedagang di kawasan RPH Pegirian juga punya andil mendongkrak perekonomian kota.
"Karena salah satu indikator dari perekonomian kota Surabaya dalam sektor perdagangan itu pedagang daging dan jagal juga termasuk di dalamnya," beber Abdullah.
Abdullah menegaskan, hasil pemotongan daging dari RPH Pegirian tidak hanya disuplai ke mall, rumah sakit, maupun hotel
Baca Juga: Arif Fathoni: DPRD Fasilitasi Dialog Penolakan Relokasi RPH Pegirian
Akan tetapi juga didistribusikan di kawasan Jawa Timur serta menyasar sektor pasar nasional.
"Kita menyuplai d mall, di rumah sakit, di hotel, di UMKM dan segala macam di lapisan kota Surabaya. Hampir distribusi daging kita itu beredar di Jawa Timur bahkan secara nasional." demikian Abdullah Mansur. (RoY)
Editor : Miftahul Rachman