Solidaritas Warga Jaga Warga

Fornasmala Gelar uRUNan: Refleksi Banjir Sumatra dan Tata Ruang Lamongan

Reporter : -
Fornasmala Gelar uRUNan: Refleksi Banjir Sumatra dan Tata Ruang Lamongan
Flayer

 

Lamongan, JatimUPdate.id - Pemuda dan aktivis di Kabupaten Lamongan turun ke jalan dalam aksi kolektif bertajuk "uRUNan", Minggu (21/12/2025), titik kumpul di Hi Pals Coffee sejak pukul 05.30 WIB.

Baca Juga: Peringati Milad ke-79, Kader dan Alumni HMI Lamongan Tanam Mangrove di Pantai Kandangsemangkon

Kegiatan yang diinisiasi Forum Nasional Mahasiswa Lamongan (Fornasmala) bersama SegoboRun ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan ruang refleksi atas bencana banjir yang melanda Sumatra sekaligus kritik terhadap tata ruang daerah.

Aksi dimulai dengan lari bersama sejauh 3 kilometer. Simbol gerak kolektif tersebut menyampaikan pesan bahwa solidaritas harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti di tempat. 

Selain lari, uRUNan juga diwarnai dengan agenda lainya yakni pasar gratis, literasi, penggalangan dukungan, dan diskusi interaktif.

Bukan Sekadar Empati, Tapi Aksi Nyata

Ketua Umum Fornasmala, As'ad Khoirul Annas, menegaskan bahwa agenda ini lahir dari kegelisahan mahasiswa terhadap fenomena bencana yang dewasa ini sering terjadi. Menurutnya, tagline "Warga Jaga Warga" adalah pengingat bahwa ketangguhan masyarakat adalah benteng utama saat kebijakan seringkali terlambat.

Baca Juga: Mahasiswa STIK Ang. 83 Laksanakan Kegiatan Bersih Pantai Bersama TNI dan Warga di Kec. Seunuddon Aceh Utara

"Bencana di Sumatra adalah alarm bagi kita semua, termasuk di Lamongan. Melalui uRUNan, kami ingin menekankan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti pada empati. Tetapi bergerak menjadi aksi nyata. Ini adalah upaya untuk membangun kesadaran kolektif bahwa urusan lingkungan dan tata ruang adalah urusan hidup mati warga," ujar As'ad.

Lebih lanjut, As'ad juga menyoroti bagaimana tata kelola ruang di Lamongan harus mulai dipandang secara kritis agar risiko bencana serupa tidak menghantui Lamongan di masa depan.

"Kita harus bicara jujur soal tata ruang. Apakah secara pemetaan sudah menempatkan lingkungan sebagai pertimbangan utama ?, apakah selama ini pembangunan di Lamongan sudah memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang ? Jangan sampai kita hanya sibuk memikirkan mitigasi saat bencana datang, tapi lupa membenahi akar masalahnya, yaitu kebijakan tata ruang yang tidak berpihak pada keberlanjutan" tambahnya dengan tegas.

Literasi dan Donasi di Ruang Publik

Baca Juga: Baksos, Pembagian Bibit Pohon, Khitan Massal dan Pelayanan Publik Warnai HPN oleh PWI Lamongan

Selain diskusi kritis, kegiatan tersebut juga menyuguhkan lapak baca buku gratis untuk memperluas akses pengetahuan warga. Seluruh donasi yang terkumpul dalam acara ini nantinya akan disalurkan sepenuhnya untuk membantu pemulihan warga terdampak banjir di Sumatra.

Kolaborasi antara Fornasmala, Segoborun, dan Hi Pals Coffee ini membuktikan bahwa anak muda Lamongan mampu menciptakan gerakan yang terorganisir, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui gerakan tersebut, mereka berharap warga Lamongan semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar dan saling menguatkan dalam menghadapi tantangan krisis iklim yang semakin nyata. (wb/mmt)

Editor : Miftahul Rachman