Banjir Bandang Terjang Situbondo, 6.328 Rumah Warga di Lima Kecamatan Terdampak
Situbondo, JatimUPdate.id, – Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, setelah hujan deras mengguyur sejak Rabu (21/1/2026) sore.
Akibatnya, ribuan rumah warga terendam bahkan mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, sedikitnya 6.328 rumah terdampak banjir bandang yang melanda lima kecamatan, yakni Kendit, Bungatan, Mlandingan, Besuki, dan Banyuglugur.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriono, menyebut Kecamatan Besuki menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Di Desa Pesisir saja, tercatat 2.882 rumah warga terendam banjir.
“Di Desa Pesisir, dampak terparah berada di Dusun Petukangan sebanyak 678 rumah dan Dusun Gudang 546 rumah. Selain itu, Desa Besuki tercatat 2.306 rumah terdampak,” ujar Puriono, Kamis (22/1/2026).
Selain Desa Pesisir dan Desa Besuki, banjir juga merendam permukiman warga di Desa Kalimas sebanyak 193 rumah dan Desa Demung 44 rumah. Di wilayah tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter.
Tak hanya di wilayah timur, banjir bandang juga melanda kawasan barat Situbondo. Di Kecamatan Banyuglugur, tepatnya di Desa Lubawang, tercatat 440 rumah terendam.
Sementara di Desa Kalianget, 27 rumah terdampak, disertai laporan delapan ekor kambing hanyut terbawa arus deras.
“Di Kecamatan Mlandingan, sebanyak 169 rumah di Dusun Pesisir, Desa Selomukti, terdampak banjir yang memengaruhi sekitar 446 jiwa,” tambah Puriono.
Baca Juga: Banjir Rob Tahunan di Jangkar, Wabup Situbondo Tinjau Tangkis Jebol dan Pastikan Penanganan Cepat
Sementara itu, di Kecamatan Bungatan, tercatat 113 rumah terdampak di Desa Mlandingan Wetan. Sedangkan di Kecamatan Kendit, banjir menggenangi 154 rumah warga yang tersebar di lima kampung.
Puriono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi.
“Curah hujan dengan intensitas lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo. Kami minta warga tetap waspada,” tegasnya.
Ia menambahkan, kerugian akibat banjir bandang tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo saat ini masih terus melakukan pendataan dan pembaruan data di lapangan.
Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menyampaikan bahwa banjir bandang paling parah terjadi di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur.
Baca Juga: Gedung KDMP Wringin Anom, Kec. Asembagus, Kab. Situbondo Mulai Dibangun
Berdasarkan peninjauan langsung, kerusakan rumah warga di dua desa tersebut tergolong berat.
Pasca-bencana, Pemerintah Kabupaten Situbondo bergerak cepat dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPP) bersama BPBD melakukan mitigasi untuk mengidentifikasi penyebab banjir, sementara Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat fokus pada penanganan kesehatan warga terdampak.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BNPB untuk langkah penanganan darurat lanjutan bagi para penyintas banjir,” pungkas Puriono. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat