Kadis PMD Sidoarjo Hadiri Panen Perdana Melon Hidroponik BUMDesa Gading Makmur Jumputrejo Sukodono

Reporter : -
Kadis PMD Sidoarjo Hadiri Panen Perdana Melon Hidroponik BUMDesa Gading Makmur Jumputrejo Sukodono
Pembukaan wisata petik buah melon perdana Bumdesa Gading Makmur Jumputrejo di green house desa setempat, Minggu (22/02/2026).(Foto: Pemdes Jumputrejo for JatimUPdate.id)

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id -Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Gading Makmur Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo menggelar wisata petik buah melon perdana Program Ketahanan Pangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari (22-23/02/2026) di Green House yang dikelola oleh Bumdesa Gading Makmur Jumputrejo.

Baca Juga: Kebijakan Baru Dana Desa 2026: Fokus Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih

Kegiatan pembukaan wisata petik melon ini dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo, Camat Sukodono, Kepala Desa Jumputrejo bersama BPD, serta jajaran pengurus Bumdesa Gading Makmur Jumputrejo.

Kadis PMD Sidoarjo, Probo Agus Sunarno dalam kesempatan tersebut mengapresiasi atas keberhasilan panen buah melon perdana di green house Bumdesa Gading Makmur Jumputrejo.

"Green housenya bagus dan hasilnya bagus. Ada tiga Greenhouse yang harus dirawat, jika bisa dibuat sistem panen terus ya, tanamnya dikasih jedah 1 minggu, panennya berhasil. Semoga panen berikutnya lebih bagus lagi,” katanya, Minggu (22/02/2026).

Sementara itu, Camat Sukodono, Ineke Dwi Setiawati mengemukakan, Bumdesa Gading Makmur Jumputrejo patut menjadi contoh bagi Bumdesa lainnya dalam melaksanakan Program Ketahanan Pangan di desa masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan BUMDesa yang inovatif seperti BUMDesa Gadung Makmur Jumputrejo ini merupakan pilar penting kesejahteraan masyarakat, efisiensi pengolahan aset dan kemandirian desa

“Saya berharap, BUMDesa kedepan tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja, namun juga memaksimalkan potensi lokal secara profesional. Mudah-mudahan panen raya melon hidroponik kali ini memperoleh untung besar, sehingga kinerja BUMDesa makin optimal terutama dalam memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PAD),” ujarnya.

Baca Juga: Tak Sekadar Formalitas, BUMDes Wringin Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa

Terpisah, Ketua BUMDesa Gading Makmur Jumputrejo, H Imam Mukozali mengungkapkan, dalam program ketahanan pangan ini pihaknya memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) yang tidak produktif seluas 11x24 meter persegi (dikali dua).

“Ada empat jenis melon premium ditanam, mulai melon Lavender, The Blues, Dalmation, dan Golden Kinanti. Harga melon ini dibanderol Rp 25.000 per kg, ternyata masih banyak warga yang datang untuk memetik melon langsung dari pohonnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Imam menambahkan, proses penanaman melon ini dimulai pada 15 Desember 2025 dan sudah bisa dipanen sekitar 60-70 hari kemudian. Dirinya berharap wisata petik melon perdana ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan bisa menjadi icon Desa Jumputrejo.

“Kebun melon ini merupakan inisiatif BUMDes Gading Makmur Desa Jumputrejo, yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian lokal. Dengan sistem hidroponik, kebun melon ini dapat menghasilkan buah melon yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan,” imbuhnya.

Baca Juga: Pengurus BUMDes se-Umbulsari Digembleng, Fokus Tertib Laporan Keuangan

Diterangkannya, sistem hidroponik yang digunakan dalam penanaman melon ini memang memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya, kualitas melon yang lebih terjaga karena tanaman tidak bersentuhan langsung dengan tanah, sehingga mengurangi risiko penyakit dan kerusakan.

“Melon yang ditanam dengan sistem hidroponik dan pakai pipa ini saya kira lebih bagus kualitasnya ya. Pertama, karena terjaga kualitas dari tanaman liar. Kemudian kedua, Insya Allah rasanya ini lebih lebih manis. Selain itu, sistem hidroponik juga memungkinkan kontrol nutrisi yang lebih akurat, sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi yang dibutuhkan secara optimal,” pungkasnya. (ih/roy)

Pewarta : Yuli Riyanto, TPP Sidoarjo.

Editor : Ibrahim