Dosen UB, Induksikan Teknologi Filter Pada Proses Produksi Garam di Kabupaten Tuban

oleh : -
Dosen UB, Induksikan Teknologi Filter Pada Proses Produksi Garam di Kabupaten Tuban
Tim Peneliti UB mengembangkan teknologi filter air tua untuk air bahan baku produksi garam

Tuban (Jatimupdate.id) – Tim Peneliti dari Universitas Brawijaya yang diketuai oleh Andi Kurniawan telah berhasil mengembangkan metode produksi garam dengan memanfaatkan konstruksi rumah kristalisasi garam yang disebut Greenhouse Salt Tunnel (GST) dengan menggunakan metode Continously Dynamic Mixing (CDM).

Penelitian yang dilakukan andi adalah berfokus pada pengambangan usaha garam rakyat yang di mulai sejak tahun 2016 hingga sekarang. Andi mengungkapkan produksi garam dengan metode CDM dalam konstruksi GST telah berhasil tidak hanya meningkatkan kualitas produksi garam kategori kualitas 1 atau K1 (NaCl >95%) tetapi juga meningkatkan kuantitas produksi garam karena bisa diproduksi sepanjang musim. Sebagai tindak lanjut pengembangan inovasi ini, Tim Peneliti UB mengembangkan teknologi filter air tua untuk air bahan baku produksi garam. Teknologi filter air tua ini dapat meningkatkan penghilangan impuritas dari air tua pembuatan garam sebelum proses kristalisasi garam. Penghilangan impuritas ini dapat membuat kandungan NaCl dari garam yang dihasilkan naik diatas 97%. Induksi teknologi ini dilakukan melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) oleh Direktorat Riset, Teknologi, Dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset , Dan Teknologi. Kegiatan yang dilakukan didesain menjadi turunan dari Rencana Induk Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya yang pelaksanaannya dikordinasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UB.

Filter yang diinduksikan adalah terdiri dari dua kolam bundar dengan di lengkapi beberapa lapis material filter. Filter tersebut terdiri dari pasir kwasa, spons, batu kali, kain saring, ijuk, dan batu zeolite. Filter ini ditempatkan dekat dengan konstruksi GST dengan tujuan utama untuk memudahkan upaya memfiltrasi air tua ataupun air bahan baku agar garam yang dihasilkan memenuhi tingkat kualitas garam yang tinggi. Harapan outcome dari kegiatan adalah memberdayakan masyarakat kelompok garam melalui penerapan teknologi filter dalam produksi garam.

Lebih lanjut Andi selaku ketua tim juga menyampaikan kalau kegiatan dalam program PKM ini melibatkan dosen-dosen dari berbagai bidang ilmu dan mahasiswa dari dari berbagai Program Studi di UB. Kegiatan ini diharapkan juga dapat mendukung capaian indikator kinerja dalam kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka terkait keterlibatan dosen dan mahasiswa untuk berkegiatan di luar kampus. Gatot Ardian, Hanifudin dan Budianto selaku penggiat kelompok usaha garam menyampaikan kalau dengan pendampingan dan penerapan inovasi teknologi melalui program PKM mampu meningkatkan manajemen usaha produksi garam sehingga menghasilkan garam kualitas satu maupun dalam grade khusus langsung on-farm.(yah)