Usai Libur Lebaran, Kunjungan Edukasi Bencana di Tenpina BPBD Jatim Mulai Semarak Lagi
Sidoarjo, JatimUPdate.id - Kunjungan edukasi bencana di area Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim yang sempat menurun, karena libur puasa dan lebaran, kini mulai semarak lagi.
Mengawali pekan ini, dua sekolah telah melakukan kunjungan ke wahana pembelajaran kebencanaan ini, yakni, TK Al-Fajar Sedati Sidoarjo yang berkunjung pada Senin (30/3/2026) dan KB-TK Anak Sholeh Sukodono Sidoarjo, yang berkunjung hari ini, Selasa (31/3/2026).
Sedikitnya, 80 siswa bersama para guru pendamping dari KB-TK Anak Sholeh telah mengikuti pembelajaran kebencanaan yang diberikan fasilitator Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina).
Pembelajaran kebencanaan ini diawali di aula Tenpina dengan mengenalkan berbagai ragam jenis bencana di Jawa Timur.
Proses pembelajaran ini juga menggunakan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) yang dilengkapi dengan simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami.
Selanjutnya, pembelajaran kebencanaan dilakukan di area Tenpina dan Simulator Gempa Bumi, lalu berlanjut di area Mini Zoo dan Taman Baca Tangguh DWP BPBD Jatim.
Khusus di Taman Baca Tangguh, para siswa tidak hanya dikenalkan berbagai literasi kebencanaan, dalam bentuk buku ataupun video, namun juga diberikan materi kebencanaan melalui story telling atau mendongeng.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara, mewakili Kalaksa BPBD Jatim mengungkapkan, saat libur lebaran lalu, kunjungan di Taman Edukasi Bencana memang sempat menurun, karena libur puasa dan lebaran.
"Alhamdulillah, hari ini, kami menerima kembali kunjungan edukasi bencana dari TK di Sidoarjo. Semoga kunjungan ini kembali semarak di masa-masa mendatang agar upaya peningkatan kapasitas kebencanaan ini bisa mengurangi dampak bencana, khususnya, bagi kelompok rentan, mulai anak-anak hingga anak berkebutuhan khusus," harapnya.
Kepala Sekolah KB-TK Anak Sholeh Ida Rislina, menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang diberikan Tim BPBD Jatim, karena anak didiknya bisa mengenali ragam jenis bencana.
"Alhamdulillah, anak-anak juga sangat antusias dan semangat, karena bisa mengetahui ragam jenis bencana di Indonesia dan merasakan langsung gempa melalui simulator gempa," terangnya.
Sementara, berdasar data Tim Tenpina BPBD Jatim, pada Bulan April ini, sedikitnya 13 sekolah dan komunitas pendidikan akan melakukan kunjungan edukasi bencana di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim.
Jumlah ini bisa bertambah, mengingat beberapa sekolah telah menyampaikan konfirmasi awal, namun belum memastikan kehadirannya secara formal. (rilis/ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat