Cari Win-Win Solution Terkait Proyek Gedung, Camat Genteng Awali Dialog dengan Warga

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Kecamatan Genteng, dok jatimupdate.id/fin
Kecamatan Genteng, dok jatimupdate.id/fin

Surabaya,JatimUPdate.id -  Kecamatan Genteng menggelar pra-mediasi terkait komplain warga atas pembangunan gedung milik PT Wulandaya Cahaya Lestari.

Mediasi dihadiri Camat Genteng, Jefry Ketua RW 07 Kelurahan Embong Kaliasin, Bagus Surya serta perwakilan warga dari pihak masing-masing RT.

Media berlangsung sekitar satu jam di ruang aula kantor kecamatan Genteng, pada Senin (4/5).

Camat Jefry saat dikonfirmasi wartawan membenarkan pertemuan.

"Ini hanya ngobrol dengan warga, sifatnya pra-mediasi. Saya selaku pemangku wilayah merasa perlu menanyakan detail informasi dan harapan warga itu seperti apa," jelas Jefry.

Ia menambahkan terdapat sekitar enam rumah warga di wilayah Kecamatan Genteng yang terdampak langsung pembangunan tersebut.

Sedangkan sebagian lainnya berada di wilayah Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari.

"Jadi, sewaktu-waktu dinas terkait mengadakan mediasi dan kami diundang, kami sudah mengetahui duduk permasalahan dan apa yang menjadi harapan warga," imbuhnya.

Ditemui usai gelaran pra mediasi, Ketua RW 07 Kelurahan Embong Kaliasin, Bagus Surya, menyampaikan warga telah mengajukan permohonan kepada pihak kecamatan terkait adanya proyek di wilayahnya.

Bagus menjelaskan, warga meminta agar pihak proyek terlebih dahulu menggelar sosialisasi sebelum pembangunan berjalan. 

Ia mencontohkan, pola tersebut sebelumnya juga dilakukan oleh proyek pembangunan gedung lain di wilayah RW 07.

Menurutnya, warga ingin pihak proyek tidak mengabaikan potensi dampak yang bisa timbul selama proses pembangunan. Termasuk, kata dia, kesiapan memberikan solusi apabila aktivitas proyek berdampak pada lingkungan sekitar.

"Dan dampaknya seperti apa? Dan solusinya seperti apa kalau saat ini dampak pada warga," tegasnya.

Bagus menambahkan, warga juga mempertanyakan langkah yang akan diambil pihak proyek jika terdapat rumah warga yang terdampak hingga mengalami kerusakan.

"Entah itu diperbaiki sampai kembali semula baik. Atau mungkin ada kompensasi lain. Jadi kita enggak neko-neko. Warga ini enggak neko-neko karena saya mewakili warga juga. Saya ketua RW 7 disitu mewakili warga," imbuhnya. (*)