Sambangi Pedagang Hewan Kurban, Anas Minta Kelurahan Responsif Kawal Penataan Lapak

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Anas bersama pedagang hewan kurban, dok jatimupdate.id/lam
Anas bersama pedagang hewan kurban, dok jatimupdate.id/lam

Surabaya,JatimUPdate.id - Legislator PDI Perjuangan Surabaya, Anas Karno mengunjungi lapak penjualan hewan kurban milik Gani di kawasan Jl. Nginden Semolo pada Kamis (21/5).

Gani yang sudah 30 tahun menjadi pedagang, menuturkan penurunan omzet penjualan hewan kurban pada Iduladha tahun ini.

"Tahun ini penjualan menurun karena faktor ekonomi, saat ini baru laku sekitar 60-an ekor. Pembeli yang datang mayoritas pelanggan lama sejak saya masih jualan di Baratajaya dulu. Di lokasi baru ini, situasinya memang agak sepi mendekati hari H," ujar Pak Gani.

Meski menghadapi tantangan ekonomi, Gani secara mandiri berinisiatif menjaga kenyamanan warga permukiman padat di sekitar lapak. 

"Setiap sore, bekas sisa pakan langsung kami gunakan untuk menutupi kotoran hewan agar mengurangi bau tajam. Yang paling utama adalah kami pamit, permisi, dan selalu kula nuwun dengan warga sekitar," jelasnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya tersebut menekankan inisiatif warga wajib diimbangi dengan pendampingan intensif dari birokrasi lokal. 

Ia mengingatkan agar aparat kelurahan tidak hanya menyelesaikan urusan di balik meja administratif. 

Maka dari itu, ia berharap lurah dan camat turun memetakan kondisi riil agar tidak timbul polemik sosial di masyarakat.

"Keberadaan lapak ini sangat membantu ekonomi masyarakat kecil. Oleh karena itu, kelurahan harus hadir memberikan atensi penuh, bukan hanya soal izin lokasi. Aparatur wilayah harus turun memastikan penempatan lapak aman, tidak memakan badan jalan, saluran air tetap berfungsi, dan pengelolaan limbahnya beres sejak awal," tutur Anas Karno.

Anas meyakini, melalui sinergi yang kokoh antara pengawasan kelurahan dan kepatuhan pedagang, pelaksanaan Iduladha di Surabaya akan berjalan tertib, aman, dan khidmat.

“Pedagang kecil harus kita dukung agar tetap berdaya, namun aturan hukum dan estetika kota Surabaya juga wajib kita jaga bersama secara disiplin,” beber Anas Karno. (Roy)