Pemekaran Dapil Surabaya, Pakar Politik: Isu Demokrasi atau Cuma Kalkulasi Politik?
Surabaya,JatimUPdate.id - Pakar politik Universitas Negeri Surabaya, Ken Bimo Sultoni, menegaskan wacana pemekaran dapil Surabaya pada Pemilu 2029 bukan persoalan teknis saja.
Sebab kata Bimo perubahan dapil akan berdampak pada pertarungan kepentingan politik yang semakin sengit.
"Tidak boleh dilihat hanya sebagai persoalan teknis kepemiluan ya. Karena dibalik perubahan dapil itu sebenarnya terdapat pertarungan kepentingan politik juga," tutur Bimo melalui jaringan WhatsApp Jatimupdate.id, Kamis (4/6).
Bimo menjelaskan, pertarungan kepentingan politik dapat mempengaruhi terhadap distribusi kekuasaan lokal.
Kendati begitu Bimo tak menampik pemekaran dapil memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya.
"Dapat mempengaruhi distribusi kekuasaan di tingkat lokal. Secara teoritis memang pemekaran dapil ini dapat memperkuat representasi karena hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya itu menjadi lebih dekat," beber Bimo.
Dari sudut pandangnya, perubahan dapil juga menggeser peta persaingan politik.
Parpol besar kata Bimo akan pasang badan untuk mempertahankan basis suaranya.
Sedangkan parpol gurem juga akan berlomba-lomba menembus dominasi partai besar tersebut.
"Peta persaingan politik akan berubah yang selama ini terbentuk," papar Bimo.
Bimo menganggap dukungan atau penolakan pemekaran dapil kerapkali sifatnya cuma argumentasi demokrasi saja.
Padahal parpol sudah mempunyai hitung-hitungan akan kekuatan elektoral politiknya.
"Dukungan ataubpenolakan terhadap pemekaran dapil ini seringkali tidak semata-mata didasarkan pada argumentasi yang sifatnya demokratis tetapi juga pada kalkulasi elektoral masing-masing kekuatan politik," beber Ken Bimo Sultoni.
Sebelumnya Ketua KPU Surabaya Surabaya, Soeprayitno mulai mengkaji potensi pemekaran dapil di kota Pahlawan.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas demokrasi harus berjalan seiring perkembangan dan pertumbuhan penduduk.
Sebab urai Soeprayitno partisipasi pemilih pada Pemilu dan Pilkada 2024 mengalami peningkatan.
"Ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran politik masyarakat," jelas nya. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat