Berang, Komisi B Akan Cari Oknum yang Diduga Ancam Pelaku UMKM

oleh : -
Berang, Komisi B Akan Cari Oknum yang Diduga Ancam Pelaku UMKM
Jhon Thamrun/Foto:Roy

Jatimupdate.id - Komisi B DPRD Kota Surabaya menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah pihak, salah satunya dinas koperasi dan UMKM. Anggota Komisi B Jhon Thamrun menjelaskan, RDP digelar karena adanya laporan warga yang diduga dapat ancaman salah satu oknum bagian umum pemkot. 

"Mereka mengatakan dengan ancaman, kalau tidak diorder sepi, kalau tidak mau mengirim juga nanti tidak dioreder lagi, sepi...," tutur Thamrun kepada wartawan usai RDP terkait pemberdayaan UMKM

Ia menyatakan, ancaman ini tidak  bisa ditolerir. Sebab berdampak pada UMKM yang pembayarannya ditunda atau mundur. Walau pihak terkait berdalih  umum sedang tidak ada dana.

"Permasalahan itu adalah permasalahan internal." sergah politisi PDIP ini.

Harusnya, tegas Thamrun jika memang tidak punya dana, oknum bagian umum pemkot tidak mengorder keluar. Atau setidaknya mengambil uang dari bagian lain, sehingga dapat didistribusikan kepada UMKM.

"Karena dibagian rapat, katanya masih ada dibagian internal, masih ada. sedangkan yang di bagian eksternal itu kehabisan duit untuk kegiatan di lapangan." beber Thamrun.

Maka, Thamrun menyayangkan hal itu, sebab ia menilai, dana masih ada disalah satu bagian. Dan mestinya kebijakan internal bisa mengatasi hal itu, sehingga UMKM tidak dirugikan.

"Karena dalam hal ini sudah dirugikan UMKM, dan diancam lagi! Kalau tidak mau mengirim order, maka akan sepi. Ini kan sesuatu yang tidak layak, tidak patut dilakukan oleh seorang oknum dibagian umum itu." urai Thamrun.

"Kami akan cari tahu siapa oknum itu." tegas Thamrun

Kendati begitu, Thamrun enggan menyebutkan secara rinci UMKM mana yang dimaksud. Dan hanya menegaskan kembali, Komisi B akan menelusuri dan mencari tahu siapa oknumnya.

"Tidak boleh dilakukan lagi oleh dinas manapun, justeru UMKM ini dilindungi dan didukung." ketus Thamrun

"Kalau tidak ada pendanaan, seharusnya itu tidak dilakukan untuk order ke depan." demikian sesal Thamrun. (roy)