Bikin Bangga! 110 Seniman Muda Tulungagung Siap Bawa 5 Kesenian Jatim ke Istana Negara

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
seniman Jawa Timur siap tampil dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan pada 17 Agustus 2026.
seniman Jawa Timur siap tampil dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan pada 17 Agustus 2026.

Tulungagung, JatimUPdate.id – Dari GOR Lembu Peteng, Tulungagung, 110 seniman muda bersiap membawa nama Jawa Timur ke panggung yang tak biasa. Mereka akan bertolak ke Jakarta untuk tampil dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan pada 17 Agustus 2026.

Sebelum perjalanan dimulai, para penari menjalani gladi resik terakhir di GOR Lembu Peteng, Tulungagung, Senin (10/8/2026). Gerakan demi gerakan dimatangkan. Ekspresi diperiksa. Kekompakan tim kembali diuji.

Gladi terakhir ini disaksikan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Evy Afianasari, Tim Kurator Provinsi, Tim Kurator Pusat, serta Kementerian Pariwisata.

Bukan sekadar pertunjukan tari, penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi para seniman muda Tulungagung untuk memperkenalkan wajah kesenian Jawa Timur di hadapan masyarakat Indonesia.

Ada satu hal yang membuat rombongan ini semakin menarik. Dari 110 seniman yang akan berangkat, salah satunya merupakan penari cilik asal Tulungagung, Damar Wishnu Dewangga.

Di tengah dominasi penari muda lainnya, kehadiran Damar menjadi simbol bahwa regenerasi seni tradisional terus berjalan. Anak-anak muda Tulungagung kini mendapat panggung untuk menunjukkan bahwa kesenian daerah bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga bagian dari masa depan.

Setibanya di Jakarta, rombongan ini tidak langsung tampil. Mereka akan menjalani rangkaian persiapan dan gladi kotor di Istana mulai 12 Agustus 2026.

Untuk penampilan tersebut, lima kesenian khas Jawa Timur dipersiapkan.

Kelima kesenian itu adalah Remo Branjang Kawat Suroboyoan, Topeng Malangan, Jaranan Senterewe Tulungagung, Glipang Probolinggo, dan Jaripah Banyuwangi.

Lima kesenian dari berbagai penjuru Jawa Timur tersebut akan dirangkai menjadi satu pertunjukan. Setiap kesenian membawa karakter masing-masing, sekaligus memperlihatkan betapa beragamnya kekayaan budaya Jawa Timur.

Remo Branjang Kawat membawa identitas Suroboyoan. Topeng Malangan menampilkan kekayaan tradisi seni Malang. Jaranan Senterewe menjadi representasi Tulungagung. Glipang membawa warna Probolinggo, sementara Jaripah menghadirkan karakter budaya Banyuwangi.

Kepala Disbudpar Jawa Timur Evy Afianasari menegaskan bahwa kesempatan tampil di panggung besar harus dibuka seluas-luasnya bagi generasi muda.

"Pemerintah Provinsi berkomitmen bahwa seluruh seniman muda harus diberikan kesempatan yang sama untuk tampil di panggung-panggung yang lebih besar," kata Evy.

Ia memastikan kesiapan para penari telah melalui proses kurasi. Beberapa catatan teknis memang masih diberikan, khususnya menyangkut ekspresi para penari. Namun secara keseluruhan, tim dinilai sudah siap tampil.

"Penari sudah luar biasa, siap. Tadi ada beberapa teknis kurasi kaitannya dengan ekspresi, tapi semua tim sudah menyatakan bahwa ini layak tampil," ujarnya.

Usai gladi resik, rombongan akan berangkat menuju Jakarta pada Selasa (11/8/2026). Sebanyak tiga bus disiapkan untuk membawa para seniman dan rombongan dari Tulungagung.

Perjalanan tersebut menjadi awal dari rangkaian persiapan sebelum mereka benar-benar menginjakkan kaki di panggung Istana.

"Besok pagi mereka semua berangkat dengan menggunakan bus, bersama-sama ada tiga bus rombongan dari Tulungagung yang akan berangkat ke Jakarta. Karena tanggal 12, mereka sudah mulai gladi kotor di Istana," jelas Evy.

Ia pun meminta doa dan dukungan masyarakat Jawa Timur agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

"Mohon doa restu dari seluruh masyarakat Jawa Timur," imbuhnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Tulungagung, kesempatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Para seniman daerah kini memiliki kesempatan memperlihatkan kemampuan mereka di salah satu panggung paling bergengsi di Indonesia.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengaku bangga melihat seniman-seniman Tulungagung mendapat kepercayaan tampil dalam rangkaian peringatan kemerdekaan di Istana Kepresidenan.

"Bangga seniman Tulungagung bisa tampil di Istana Kepresidenan, bisa memberikan hiburan bagi masyarakat Indonesia," ujar Ahmad.

Ia berharap seluruh anggota tim dapat tampil maksimal dan membawa nama baik Tulungagung serta Jawa Timur.

"Mudah-mudahan sukses penampilannya semua," katanya.(DPR)