Catatan Harian Abdul Rohman Sukardi – 22/08/2026

Indonesia Berhasil Dekolonialisasi

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi
Ilustrasi

 

 

Oleh Abdul Rohman Sukardi

Penulis Independen, esais, aktivis reformasi 1998. Menulis tema/isu Sosial, Politik, Hukum, Kebijakan Publik dan Peradaban.


Jakarta, JatimUPdate.id - Dekolonialisasi sering dipahami sebatas berakhirnya penjajahan dan lahirnya negara merdeka. Pengertiannya sebenarnya lebih luas. 

Dekolonialisasi adalah proses melepaskan ketergantungan dan dominasi kolonial dalam politik, budaya, bahasa, ekonomi, serta cara suatu bangsa memandang dirinya sendiri. Dalam kajian pascakolonial, kemerdekaan politik dan dekolonialisasi tidak selalu identik. 

Negara dapat berdaulat secara formal, tetapi tetap mempertahankan struktur budaya, ekonomi, bahasa, hukum, dan hierarki pengetahuan yang diwariskan kolonialisme. Ukuran keberhasilannya bukan seberapa banyak warisan kolonial dihapus. Melainkan siapa yang menentukan identitas dan arah negara setelah kemerdekaan. 

Dalam bidang budaya, misalnya, pertanyaannya adalah apakah bahasa penjajah tetap menjadi bahasa utama negara. Apakah identitas nasional masih berorientasi pada bekas penjajah. Apakah elite merasa harus merujuk kepadanya (penjajah). 

Dalam ekonomi, pertanyaannya adalah apakah struktur perdagangan, kepemilikan modal, dan ketergantungan pembangunan masih meneruskan pola kolonial. Dilihat dari ukuran ini, Indonesia merupakan contoh dekolonisasi yang relatif berhasil. 

Berbeda dengan India, Malaysia, Singapura, dan Brunei yang tetap mempertahankan hubungan kelembagaan melalui Commonwealth. Indonesia tidak mempertahankan ikatan semacam itu dengan Belanda. 

Hal paling mencolok adalah bahasa. Bahasa Belanda tidak menjadi bahasa resmi Indonesia. Bahasa Indonesia justru menjadi fondasi identitas nasional. 

Ini berbeda dengan India, tempat bahasa Inggris tetap tertanam kuat dalam hukum, birokrasi, pendidikan, dan kehidupan publik. Di Malaysia dan Singapura, warisan Inggris juga tetap kuat dalam hukum, administrasi, dan penggunaan bahasa Inggris. 

Timor-Leste mempertahankan bahasa Portugis sebagai salah satu bahasa resminya. Sementara Filipina menunjukkan pengaruh Amerika yang kuat dalam bahasa, pendidikan, hukum, dan institusi politik. 

Ini bukan berarti negara-negara tersebut gagal merdeka. Melainkan bahwa dekolonisasi budaya dan institusionalnya berlangsung dengan tingkat kesinambungan kolonial yang berbeda. 

Indonesia bukan berarti menghapus seluruh warisan Belanda. Hukum, birokrasi, infrastruktur, dan bahkan kosakata Indonesia masih mengandung jejak kolonial. Dengan kata lain, Indonesia mewarisi institusi kolonial tanpa menjadikan identitas kolonial sebagai identitas nasional. 

Keberhasilan relatif itu memiliki beberapa sebab. 

Pertama, Nusantara bukan ruang kosong sebelum kolonialisme. Ia telah memiliki jaringan perdagangan, kebudayaan, kerajaan, kesultanan, dan tradisi politik sendiri, serta terhubung dengan dunia Asia. Setelah kolonialisme berakhir, tersedia sumber identitas non-kolonial yang kuat. 

Kedua, Belanda tidak berhasil mengubah mayoritas penduduk menjadi bagian dari budaya Belanda. Budaya asli nusantara tetap hidup dan bahkan berkembang. 

Ketiga, nasionalisme Indonesia sudah membangun identitas alternatif sebelum 1945. Terutama melalui Sumpah Pemuda dan Bahasa Indonesia. 

Keempat, Revolusi Kemerdekaan menciptakan pengalaman psikologis bahwa kemerdekaan harus direbut dan dipertahankan sendiri. Bukan menerima anuegerah kemerderkan dari belas kasihan penjajah. 

Karena itu, dekolonisasi Indonesia bukan berarti menghapus seluruh warisan Belanda. Hal terjadi adalah sebaliknya. Indonesia mengambil alih dan mengubah warisan tersebut menjadi bagian dari negara Indonesia, tanpa menjadikannya dasar identitas nasional. 

Indonesia mewarisi sebagian institusi kolonial. Tetapi tidak mewarisi ketergantungan identitas kepada penjajah. 

Indonesia berhasil bukan karena kolonialisme Belanda tidak meninggalkan warisan. Melainkan karena warisan itu tidak menentukan siapa Indonesia.


Jakarta, ARS ([email protected]).