Insiden Kanjuruhan, Golkar Open Donasi, 2 Hari Tembus Rp 350 Juta

oleh : -
Insiden Kanjuruhan, Golkar Open Donasi, 2 Hari Tembus Rp 350 Juta
Open donasi partai Golkar

Jatimupdate.id - Partai Golkar Surabaya membuka donasi untuk membantu korban insiden di Kanjuruhan Malang. Agoeng Prasodjo Bendahara Umum DPD Partai Golkar Surabaya menjabarkan, open donasi bukan lagi tentang Surabaya dan Malang.

Tetapi menurutnya, kesedihan bangsa, solidaritas bangsa,  agar menjadi momentum merajut kembali benang kemanusiaan yang terkoyak antara (suporter) Surabaya dan Malang.

"Saya lihat juga ada ketua RT ada Sekdes di Bojonegoro sana yang menitipkan donasinya ke kami." ungkapnya kepada Jatimupdate.id 

Agoeng menjelaskan, open donasi merupakan arahan ketua umum Airlangga Hartarto dan ketua Golkar Jawa Timur M. Sarmuji, untuk mengumpulkan donasi bagi warga kota Surabaya.

"Ini sebagai ikhtiar merajut benang kemanusiaan yang tersobek antara Aremania dan Bonek Mania." kata Agoeng 

Agoeng menegaskan, open donasi merupakan bentuk komitmen, supaya di masa mendatang tragedi kemanusiaan seperti ini tidak terulang. Sebab, rivalitas sepak bola hanya 90 menit di lapangan. Selebihnya, bersatu kembali sebagai sesama manusia, walau berbeda dukungan, namun tetap bersatu dalam kemanusiaan.

"Minimal, ini bentuk komitmen warga Surabaya untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang ditinggalkan." papar Agoeng.

Agoeng membeberkan, open donasi selama dua hari, sudah terkumpul hampir 350 juta. Berpapun jumlah yang  disumbangkan masyarakat, pihaknya akan menerima dengan ikhlas, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.

"Kami akan terus update penerimaan secara berkala di akun Instagram DPD Partai Golkar Surabaya, sehingga masyarakat juga bisa melakukan pengawasan siapa saja yang mendonasikan, selain keluarga besar Partai Golkar." jelas Agoeng.

Sekretaris Komisi C ini menjabarkan, open donasi dibuka sampai 9 Oktober 2022, berpapun yang terkumpul segera dilsalurkan ke Malang Raya.

Menurut Agoeng, insiden Kanjuruhan jadi peringatan bagi semua pihak, utamanya sektor pemerintah, agar dilakukan perbaikan menyeluruh fasilitas stadion di Indonesia. Mulai dari lampu penerangan di tribun penonton, kemudian kelayakan pagar.

"Sebab, Sepak bola merupakan hiburan keluarga. Yaitu hanya ada satu bahasa, yang bisa mempersatukan Indonesia. Salah satunya adalah bahasa sepak bola."urai Agoeng.