SMARTBOYSHIP Mahasiswa UNESA Dapat Apresiasi BMKG, Dinilai Brilian Atasi Logistik Kepulauan
Surabaya, JatimUPdate.id — Inovasi SMARTBOYSHIP yang digagas mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mendapat apresiasi dari Adi Hermanto, Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Kelas I Tanjung Perak Surabaya.
Gagasan tersebut dinilai brilian karena berupaya menjawab persoalan distribusi logistik di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, terutama akibat kondisi cuaca dan laut.
SMARTBOYSHIP lahir dari perhatian terhadap persoalan ketahanan pangan dan distribusi logistik di wilayah kepulauan. Ketergantungan masyarakat terhadap transportasi laut membuat terganggunya aktivitas pelayaran dapat berdampak pada ketersediaan berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya bahan pangan dan kebutuhan pokok.
Kondisi cuaca buruk, gelombang tinggi, hingga gangguan operasional pelayaran dapat menyebabkan distribusi barang menuju wilayah kepulauan terhambat.
Situasi tersebut tidak hanya memengaruhi mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan kelangkaan dan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa UNESA menghadirkan SMARTBOYSHIP sebagai gagasan inovasi transportasi yang diharapkan dapat mendukung distribusi logistik sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah kepulauan.
Adi Hermanto memberikan apresiasi terhadap gagasan tersebut. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memikirkan inovasi dari sisi akademik, tetapi juga berusaha merespons persoalan nyata yang terjadi di masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi gagasan dan inovasi mahasiswa UNESA yang bersusah payah memikirkan logistik di daerah kepulauan untuk mendukung ketahanan pangan. Ini inovasi yang cukup brilian,” ujar Adi Hermanto.
Menurut Adi, persoalan logistik merupakan salah satu tantangan yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan wilayah kepulauan. Transportasi yang andal menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.
Ia menilai konsep SMARTBOYSHIP memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas. Tidak hanya diperuntukkan bagi satu wilayah kepulauan, inovasi tersebut dinilai relevan untuk berbagai daerah di Indonesia yang memiliki karakteristik geografis serupa.
“Ini inovasi yang cukup brilian sehingga bisa diterapkan di seluruh wilayah Indonesia yang memang membutuhkan transportasi yang reliable dan bisa digunakan masyarakat umum,” lanjutnya.
Apresiasi tersebut menjadi respons positif terhadap upaya mahasiswa dalam menghadirkan inovasi berbasis permasalahan masyarakat. SMARTBOYSHIP diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat terus dikembangkan melalui kajian dan evaluasi yang komprehensif.
Pengembangan inovasi transportasi untuk wilayah kepulauan tentunya membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek, mulai dari keselamatan pelayaran, kondisi perairan, teknologi, operasional, hingga kebutuhan masyarakat sebagai pengguna. Karena itu, masukan dari berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang kemaritiman menjadi bagian penting dalam proses pengembangan SMARTBOYSHIP.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kebutuhan besar terhadap konektivitas antarpulau yang mampu mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Dalam kondisi tertentu, hambatan transportasi laut dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di pulau-pulau yang memiliki ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.
Dalam konteks tersebut, SMARTBOYSHIP membawa gagasan untuk menjadikan inovasi transportasi sebagai salah satu bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan logistik wilayah kepulauan. Inovasi ini juga menunjukkan peran mahasiswa dalam melihat persoalan lokal dan mencoba menawarkan solusi yang memiliki potensi untuk diterapkan dalam skala lebih luas.
Adi Hermanto berharap gagasan SMARTBOYSHIP dapat terus dikembangkan hingga mampu diwujudkan dalam bentuk implementasi nyata.
“Semoga SMARTBOYSHIP bisa diimplementasikan sehingga bisa mendukung ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia,” harapnya.
Apresiasi dari BMKG Maritim Tanjung Perak tersebut menjadi dorongan bagi pengembangan SMARTBOYSHIP ke depan. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan di bidang kemaritiman, inovasi tersebut diharapkan dapat semakin matang dan mampu menjawab kebutuhan transportasi serta distribusi logistik di wilayah kepulauan Indonesia.
Lebih dari sekadar gagasan teknologi, SMARTBOYSHIP membawa pesan bahwa persoalan di wilayah kepulauan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi. Dari permasalahan logistik dan ketahanan pangan, lahir sebuah gagasan yang diharapkan dapat berkembang menjadi solusi transportasi yang aman, andal, dan bermanfaat bagi masyarakat kepulauan Indonesia. (roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat