Operasi Pasar Untuk Komoditas Telur dan Daging Ayam Broiler Sementara Dihentikan

Reporter : -
Operasi Pasar Untuk Komoditas Telur dan Daging Ayam Broiler Sementara Dihentikan
Komunitas Perternak Unggas Nasional Mandiri UMKM menggelar Demonstrasi Didepan Kantor Gubernur jatim, Jl Pahlawan no 10 Surabaya, Rabu (5/10).

Surabaya (JatimUpdate.id) -Puluhan peternak unggas menggelar Demonstrasi Didepan Kantor Gubernur jatim, Jl Pahlawan no 10 Surabaya, Rabu (5/10). Komunitas Perternak Unggas Nasional Mandiri UMKM memprotes harga daging ayam dan telur yang dijual di bawah pasaran. Dengan kata lain, harga yang dijual tidak sesuai dengan harga yang seharusnya ada di pasaran. harga Telur dipasaran dibawah biaya produksi, sehingga membuat peternak dirugikan. 

Ketua Komunitas Perternak Unggas Nasional Mandiri UMKM Alvino Antonio mengatakan akar masalah disebabkan over supply kuota grand parent stock oleh Kementerian Pertanian atau Ditjen PKH baik layer maupun broiler. Kemudian, integrator budidaya final stok tidak konsisten menjual ayam hidup dan telur sesuai ketentuan harga acuan Permendag.

Baca Juga: Penataan Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel Libatkan Tokoh Masyarakat

Hal ini, kata Alvino, membuat peternak mandiri yang terkelompok UMKM mengalami kerugian hingga triliun rupiah akibat over supply dan integrator menjual ayam hidup dan telur di bawah harga pokok prodiksi peternak mandiri UMKM. “Ditambah beredarnya telur breeding ke pasar komersil,” jelasnya.

Setelah menyampaikan aspirasinya dan mendapatkan titik terang mengenai kebijakan yang diambil oleh Komunitas Peternak bersama Pemprov Jatim. Dirinya mengaku lega. Setidaknya, aspirasi yang disampaikan sedikit meringankan beban peternak ayam dan telur.

Lebih lanjut, selain menutup operasi pasar secara sementara pada dua komoditas tersebut, Alvino mewakili komunitas peternak menambahkan tuntutan lain, yakni mendesak Gubernur untuk berkirim surat teguran kepada breeding farm agar tidak menjual telur breedingnya ke pasar komersial, membuat Pergub tentang perlindungan peternak mandiri UMKM melalui koperasi dan kelompok peternak.

“Selain itu, meminta kepada pemerintah pusat untuk membatasi perkembangan populasi perusahaan terintegrasi baik layer maupun broiler dan tidak boleh menjual hasil budidaya final stok perusahaan terintegrasi di pasar rakyat,” tegasnya.

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono yang menemui para pendemo, mensepakati untuk menghentikan sementara operasi pasar untuk komoditas telur dan daging ayam broiler.Sekdaprov Jatim Adhy Karyono yang menemui para pendemo, mensepakati untuk menghentikan sementara operasi pasar untuk komoditas telur dan daging ayam broiler.

Baca Juga: KPPU Tekankan Penyuluh Kemitraan Sebagai Solusi Dalam Mengawasi Kemitraan UMKM

 

Kebijakan menghentikan operasi pasar pada dua komoditas tersebut, lanjut Adhy, selaras dengan tuntutan peternak untuk menghentikan operasi pasar pada komoditas telur dan daging ayam broiler dengan harga di luar harga acuan Permendag No 7 Tahun 2020 dan mengacu pada harga acuan Bapanas 2022.

“Tadi sudah disepakati bersama perwakilan komunitas unggas. Selanjutnya akan kita analisa kemudian kita laporkan hasil ini kepada ibu Gubernur,” tuturnya.

Baca Juga: Buka Festival Khadisah, Pj Bupati Bondowoso: Jadi Contoh Bagi Desa Lain Untuk Angkat Potensi Lokal

Lebih lanjut, Adhy menambahkan, keputusan lain yang disepakati bersama komunitas peternak antara lain, kebijakan membuat surat edaran kepada breeding farm untuk tidak menjual atau mengedarkan telur breeding disertai sanksi. Ketiga, Pemprov Jatim akan membuat kebijakan dalam hal mendorong keberpihakan pada peternak rakyat. (Yah)

 

Editor : Redaksi