Adela Kanasya: Politisi Harus Pahami Minat dan Dunia Anak Muda

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Bahlil Mini Soccer
Bahlil Mini Soccer

Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies, menilai pendekatan terhadap generasi muda perlu mengikuti perubahan zaman dan memahami minat yang berkembang di kalangan anak muda.

Menurut Adela, kegiatan olahraga seperti mini soccer dapat menjadi salah satu ruang untuk membangun interaksi langsung dengan generasi muda sekaligus memahami dunia yang mereka minati.

Hal tersebut disampaikan Adela saat menghadiri Bahlil Mini Soccer Zona Surabaya, yang mempertemukan pelajar SMA/sederajat dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Senin (21/9/2026).

Adela mengatakan perubahan generasi membuat cara berkomunikasi dan membangun kedekatan dengan anak muda juga perlu menyesuaikan.

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya diajak melalui forum formal. Ruang interaksi yang dekat dengan keseharian mereka juga dibutuhkan.

“Kita menyadari zaman terus berubah. Kalau kita ingin terus dekat dan relevan dengan generasi muda, kita juga harus memahami apa yang menjadi minat dan kegemaran mereka. Salah satunya melalui olahraga mini soccer yang saat ini sangat diminati anak anak muda,” ujar Adela.

Bahlil Mini Soccer dinilai dapat menjadi salah satu ruang positif untuk mempertemukan pelajar dari berbagai daerah.

Kompetisi tersebut mempertemukan peserta dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, sehingga para pelajar tidak hanya bertanding, tetapi juga memperoleh kesempatan membangun relasi dengan teman sebaya dari daerah lain.

Adela menilai ruang seperti ini penting untuk mendukung perkembangan sosial anak muda.

Adela menekankan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk berpartisipasi aktif.

Menurutnya, anak muda tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima program atau objek kegiatan. Mereka perlu diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan, menyampaikan minat, dan mengembangkan potensi.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat kegiatan kepemudaan menjadi lebih relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Adela melihat olahraga yang awalnya menjadi kegiatan yang menyenangkan juga dapat membuka peluang lahirnya talenta baru.

“Mungkin hari ini teman-teman hadir sebagai pemain pemula. Tetapi kita tidak pernah tahu, dari lapangan ini nantinya akan muncul atlet-atlet berprestasi yang bisa membawa nama baik daerah, bahkan Indonesia,” tutur Adela.

Karena itu, kegiatan olahraga di tingkat pelajar dinilai dapat menjadi bagian dari proses pencarian dan pengembangan bakat.

Adela mengatakan generasi muda membutuhkan ruang untuk bertumbuh melalui aktivitas yang mereka sukai.

“Bahlil Mini Soccer ini berawal dari satu pemikiran sederhana, yaitu bagaimana anak-anak muda kita bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, dan memiliki daya saing, tetapi melalui kegiatan yang positif dan menyenangkan,” kata Adela.

Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat menjadi alternatif bagi anak muda untuk mengembangkan diri melalui aktivitas yang produktif.

Sebagai politisi muda perempuan Partai Golkar, Adela mengatakan keterlibatan dengan generasi muda juga berkaitan dengan upaya memahami aspirasi mereka.

Interaksi langsung melalui kegiatan olahraga dapat memberikan kesempatan bagi politisi untuk melihat secara lebih dekat aktivitas, minat, dan kebutuhan generasi muda.

Pendekatan tersebut, menurutnya, penting agar kebijakan dan kegiatan yang menyasar anak muda tidak berhenti pada konsep, tetapi juga relevan dengan kehidupan mereka.

Adela mengingatkan bahwa pembinaan generasi muda tidak semata-mata mengejar pencapaian kompetitif.

“Pembinaan generasi muda tidak cukup hanya berbicara tentang prestasi, tetapi juga bagaimana kita menyediakan ruang yang positif agar mereka bisa bertumbuh, berkarya, dan mengembangkan potensinya,” katanya.

Menurutnya, ruang tersebut dapat hadir melalui pendidikan, olahraga, kegiatan sosial, maupun aktivitas lain yang sesuai dengan minat anak muda.

Dalam kesempatan tersebut, Adela juga meminta peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.

“Jangan hanya berpikir soal menang atau kalah. Tunjukkan kemampuan terbaik, bangun kekompakan dengan tim, junjung tinggi sportivitas, dan yang paling penting, nikmati pertandingannya,” pesannya.

Ia berharap kompetisi tersebut dapat memberikan pengalaman positif sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Jawa Timur yang sehat, percaya diri, dan kompetitif.

“Semoga dari kompetisi ini lahir generasi muda yang semakin sehat, percaya diri, kompetitif, dan siap membawa prestasi di masa depan,” pungkas Adela (red)