Fokus Di Kecamatan Bungah Dan Wilayah Sembayat Dengan Target 5.338 Sambungan Rumah
Rp96,78 Miliar Disiapkan, 12 Desa di Gresik Utara Masih Menanti Air Bersih
Gresik, JatimUPdate.id — Pembangunan daerah tidak cukup diukur dari pertumbuhan industri dan besarnya investasi.
Bagi masyarakat, kemajuan juga ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan dasar, termasuk akses terhadap air bersih.
Di Gresik Utara, kebutuhan itu masih menjadi pekerjaan rumah yang ditargetkan mulai dijawab melalui perluasan layanan Perumda Giri Tirta pada 2027.
Sebanyak 12 desa di wilayah Kecamatan Bungah dan Sembayat direncanakan memperoleh layanan air bersih dengan total 5.338 sambungan rumah (SR).
Untuk merealisasikan rencana tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp96,78 miliar yang direncanakan bersumber dari APBD dan APBN.
Namun, besarnya kebutuhan anggaran belum dengan sendirinya menjamin proyek berjalan sesuai target.
Kepastian dukungan pemerintah pusat dan daerah, kesiapan lahan, serta pembangunan infrastruktur menjadi sejumlah faktor yang menentukan apakah rencana tersebut dapat benar-benar dirasakan masyarakat.
Direktur Utama Perumda Giri Tirta, Kurnia Suryandi, memaparkan rencana perluasan layanan itu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Gresik, Jumat (16/10/2026).
Dalam rencana tersebut, pembangunan jaringan di wilayah Bungah diperkirakan membutuhkan anggaran Rp43,85 miliar untuk melayani 1.890 sambungan rumah.
Sementara itu, wilayah Sembayat memerlukan Rp52,93 miliar untuk menjangkau 3.448 sambungan rumah.
Pekerjaan yang direncanakan meliputi pembangunan jaringan perpipaan, reservoir atau tempat penampungan air, rumah pompa, serta penyiapan lahan pendukung. Dua reservoir berkapasitas masing-masing 500 meter kubik direncanakan dibangun di Desa Melirang dan Desa Sembayat.
Seluruh fasilitas tersebut menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan pelayanan. Akan tetapi, realisasinya memerlukan koordinasi pendanaan yang jelas agar pembangunan tidak terhambat ketika memasuki tahap pelaksanaan.
“Anggaran pusat dan daerah harus sejalan. Meski kebutuhan anggaran telah dirinci, pelaksanaan proyek tetap membutuhkan kepastian dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan kesiapan pemerintah daerah dalam menjalankan pekerjaan sesuai kewenangannya,” ujar Kurnia.
Menurutnya, pembiayaan harus berjalan seiring dengan kesiapan pelaksanaan. Pekerjaan yang menjadi kewenangan daerah diharapkan dapat dipersiapkan sesuai kemampuan anggaran, tanpa mengabaikan kebutuhan sinkronisasi dengan program yang didukung pemerintah pusat.
Selain persoalan pendanaan, status lahan untuk pembangunan reservoir dan rumah pompa juga perlu dipastikan. Kejelasan administrasi dan kesiapan lokasi menjadi bagian dari tahapan yang perlu diselesaikan agar tidak menghambat pembangunan infrastruktur.
Bagi Perumda Giri Tirta, pembangunan jaringan bukan sekadar menambah cakupan pelayanan. Infrastruktur yang dibangun harus mampu menghasilkan layanan yang berkualitas, dapat diandalkan, dan berkelanjutan.
“Tantangannya adalah memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar menghasilkan layanan air bersih yang dapat diandalkan, memenuhi standar kualitas, serta dapat dijangkau masyarakat secara berkesinambungan,” kata Kurnia.
Penguatan Pembiayaan Jadi Perhatian
Dalam rapat bersama Komisi II DPRD Gresik, pembahasan juga mengarah pada upaya memperkuat kemampuan pembiayaan Perumda Giri Tirta agar pengembangan jaringan dapat berjalan lebih optimal.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, Mochammad, menyampaikan sejumlah rekomendasi, di antaranya penyesuaian tarif pelanggan sektor industri secara terukur dan proporsional.
Komisi II juga mendorong percepatan penyusunan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal serta pembukaan peluang kerja sama dengan pihak ketiga.
“Salah satu rekomendasi Komisi II adalah dorongan penyesuaian tarif pelanggan sektor industri secara terukur dan proporsional. Kami juga mendorong percepatan penyusunan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal, serta membuka ruang kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan pihak ketiga guna memicu sinergi dan mempercepat perluasan jaringan pelayanan,” ujar Mochammad.
Rekomendasi tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai pilihan pembiayaan untuk mendukung pengembangan layanan.
Meski demikian, pelaksanaannya tetap membutuhkan perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan, kepentingan pelanggan, serta ketentuan yang berlaku.
Target perluasan layanan pada 2027 kini menempatkan pendanaan, kesiapan infrastruktur, dan koordinasi antarpihak sebagai agenda penting.
Sebanyak 5.338 sambungan rumah yang direncanakan bukan sekadar angka dalam dokumen proyek, melainkan gambaran kebutuhan masyarakat yang harus dijawab melalui pelayanan publik.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan air bersih tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau selesainya jaringan perpipaan.
Ukuran utamanya adalah ketika layanan benar-benar tersedia, kualitas air terjaga, dan masyarakat dapat menikmatinya secara berkelanjutan.
Bagi 12 desa di Gresik Utara, 2027 menjadi target yang dinantikan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan rencana tersebut bergerak dari perencanaan menuju realisasi, sehingga air bersih bukan hanya menjadi janji pembangunan, tetapi hadir sebagai kebutuhan dasar yang benar-benar terpenuhi.
Disisi lain Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gresik Mohammad Zamroni menyambut baik dan antusias dengan adanya rencana perluasan layanan air minum oleh PDAM Giri Tirta di kawasan Bungah termasuk wilayah Sembayat.
Zamroni menanbahkan upaya ini akan sangat berdampak bagi warga di 12 Desa di Kecamatan Bungah serta di Wilayah Sembayat.
"Dulu saat masih ada program PAMSIMAS di Kementrian PU, pemerintah pusat menyebar program tersebut di sejumlah wilayah yang dinilai rawan kebutuhan air bersih. Alhamdulillah kini bila PDAM Giri Tirta akan memperluas layanannya di Bungah dan Sembayat. Kami para pendamping desa sangat berterima kasih dan siap mengawal serta membantu," kata Zamroni kepada Redaksi JatimUPdate.id pada Sabtu pagi, (17/10/2026).
Lebih jauh Zamroni mengatakan bahwa bisa saja rencana besar PDAM Giri Tirta itu dipadukan dengan dukungan dari alokasi Dana Desa sehingga cakupannya bisa semakin diperluas.
"Bila rencana besar PDAM Giri Tirta ini dipadupadankan dengan alokasi Dana Desa 2027 di kawasan Kecamatan Bungah, maka dipastikan proyek perluasan layanan air bersih tersebut bisa semakin masif dan semakin luas jangkauannya. Ini mumpung Desa-Desa di Kecamatan Bungah sedang merampungkan RKP Desa 2027," kata Zamroni. (za/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat