Tragedi Kanjuruhan, F-Demokrat Surabaya Dukung Pembinaan Suporter, Sorot Prosedur Keamanan

oleh : -
Tragedi Kanjuruhan, F-Demokrat Surabaya Dukung Pembinaan Suporter, Sorot Prosedur Keamanan
Tragedi Kanjuruhan Malang, Foto Tangkapan Layar

Jatimupdate.id - Tragedi Kanjuruhan mendapatkan sototan dari sejumlah kalangan. Tak ketinggalan, Ketua Fraksi Partai Demokrat Demokrat Surabaya, Muchamad Machmud turun prihatin atas tragedi tersebut.

Maka, ia menyerukan perlu dilakukan pembinaan suporter yang baik, untuk menahan, melokalisir. Serta memberi pemahaman, arahan agar tidak mencederai kawan. Apalagi antar suporter beda kota.

'Fanatik boleh, tapi jangan saling mencederai," kata Machmud, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, melalui pembinaan yang baik, mereka bisa jadi pendukung utama suatu klub. Sebab, semangat teriakan suporter di tribun semakin nambah gegap gempita jalannya pertandingan. Walau sebenarnya suporter lebih panas bila dibandingkan dengan pemain.

"Tidak apa apa, teriak-teriak enggak apa-apa," tegasnya.

Namun imbau dia, supoter jangan lari mengganggu yang lain, apalagi masuk lapangan. Walau sangat kecewa terhadap tim yang didukungnya. "Karena sangat cintanya, klub tidak bisa memberikan hasil yang diharapkan akhirnya emosi superter meledak," beber Machmud.

Fasilitas

Di samping itu,  Machmud mengimbau fasilitas stadion disempurnakan. Mulai pintu keluar-masuk suporter dan pemain, serta VIP non VIP. Untuk bisa mengantisipasi bila terjadi kerusuhan. Sekaligus menghindari bertemunya kedua pendukung di jalan.

"(Ini perlu diatur lewat pintu yang mana, pengalaman seperti (Kanjuruhan) ini harus dijadikan guru terbaik," paparnya.

Pasalnya urai Machmud,  pasca terjadinya tragedi itu, dalam waktu hitungan bulan akan hilang, dan tidak lagi jadi sorotan penting. Namun ia tetap mewanti-wanti, potensi terjadinya tragedi seperti di Kanjuruhan benar-benar diperhatikan secara serius.

"Maka untuk hari ini kebiasaan-kebiasaan seperti itu harus diubah," imbaunya.

Machmud menyatakan, pelibatan pemerintah, terhadap anggaran suporter tidak bisa interrvensi menggunakan anggaran APBD. Hanya saja untuk perbaikan fasilitas seperti gedung dan lainnya.

"Tapi untuk suporter, pembinaan dan pemberian honor itu tidak bisa, ini harus bisa dibedakan." tegas Machmud.

Sanksi

Dikatakan, Tragedi di Kanjuruhan sangat luar biasa. Lebih 100 orang nyawanya tercabut, bahkan sempat jadi sorotan dunia internasional. Dan berdampak pada pihak yang dicopot dari jabatannya.

"Namun pidananya mana?" tanya Machmud.

Sedangkan, para orang tua kehilangan anak selamanya, atau seorang anak kehilangan orang tuanya, yang nantinya bisa jadi penopang masa depan keluarga. Meski, sepakbola sekalipun 1 - 2 tahun diskors. Namun setelah itu akan digulirkan lagi.

"Tapi anak-anak yang meninggal tidak bisa dihidupkan lagi," ucap Machmud.

Maka tegas Machmud, harus ada keseimbangan, hukuman, sanksi. Sehingga kejadian semacam ini tidak terulang, apalagi dari informasi yang diterimanya. Tragedi di Kanjuruhan terparah kedua di dunia.

"Ini harus menjadi perhatian." ujarnya.

Politik

Machmud menyarankan, keberadaan suporter juga jangan dimanfaatkan kepentingan politik. Berpura-pura bersikap baik, tapi sesungguhnya mempunyai misi kesana. Bagi dia, sikap ini harus dihapus, dihilangkan dari dunia sepakbola.

"Kalau sudah mendekati politik dimanfaatkan, maka tidak bisa maju, mesti ramai lagi." tuturnya.

Dari sudut pandangnya, pembinaan suporter selama ini hanya berupa imbuaun. Seyogianya sambung Machmud, benar-benar di dudukkan, diajari tidak boleh melakukan tindakan negatif saat pertandingan, seperti melempar benda yang membahayakan jiwa orang lain, dan lainnya.

"(Sebenarnya) sekarang sudah berubah  menjadi lebih baik, tapi jangan sampai mengganggu yang lain, emosi jiwanya ini harus dijaga," imbau dua.

Keamanan

Terhadap hal itu, untuk pertandingan sepakbola selanjutnya. Ia menyarankan, keamanan yang menjaga pertandingan, merupakan petugas khusus sepakbola, mengerti aturan main pertandingan. Paham protab dan prosedur dalam mengamankan suporter dan pemain.

"Mereka harusnya mengerti semua yang berkenaan sepakbola," jelasnya.

Sehingga bangsa ini, punya keamanan profesional di bidang sepak bola. Agar tragedi di Kanjuruhan tidak terulang kembali. Padahal tegas dia, gas air mata tidak boleh masuk lapangan bola. Mestinya digunakan untuk pengamanan demo, dan itupun di tempat terbuka.

"Ini berarti kan tidak profesional," ujarnya.

"Nah itulah yang saya maksud profesional, idealnya keamanan yang disiapkan petugas di sepak bola manapun, utamanya di Indonesia, mengerti tentang aturan main sepak bola." demikian beber Machmud. (roy)