BPS: Nilai Ekspor Januari-Juli 2021 Tumbuh 33,94 Persen

oleh : -
BPS: Nilai Ekspor Januari-Juli 2021 Tumbuh 33,94 Persen

jatimupdate.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-Juli 2021 mencapai USD120,57 miliar. Angka ini naik 33,94 persen dibanding periode sama 2020 yang hanya mencapai USD90,02 miliar.
 
Pertumbuhan positif juga terlihat pada ekspor nonmigas mengalami kenaikan signifikan sebesar 33,17 persen, dari USD85,43 miliar pada Januari-Juli 2020 menjadi USD113,77 miliar pada Januari-Juli 2021.
 
"Selama Januari-Juli 2021 ekspor kita tumbuhnya cukup tinggi, di atas 30 persen," ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, 18 Agustus 2021.

Ba


Lebih lanjut, share ekspor nonmigas terbesar pada Januari-Juli 2021 berasal dari lemak dan minyak hewan/nabati yang mencapai USD16,59 miliar atau setara dengan 14,59 persen. Kemudian bahan bakar mineral yang kontribusinya mencapai 13,23 persen atau setara dengan USD15,06 miliar.
 
Bila dirinci menurut sektor, migas secara kumulatif pada Januari-Juli 2021 tumbuh 48,33 persen, dari USD4,59 miliar menjadi USD6,81 miliar. Sedangkan sektor pertanian tumbuh 8,72 persen, dari USD2,06 miliar pada Januari-Juli 2020 menjadi USD2,24 miliar pada Januari-Juli 2021.
 
Kemudian sektor industri pengolahan tumbuh 31,36 persen, dari USD72,03 miliar pada Januari-Juli 2020 menjadi USD94,62 miliar pada Januari-Juli 2021. Terakhir sektor tambang dan lainnya tumbuh signifikan sebanyak 49,13 persen, dari USD11,34 miliar menjadi USD16,91 miliar.
 
"Jika dilihat setiap sektor bahwa industri pengolahan kinerjanya sangat baik, tumbuhnya cukup tinggi. Sedangkan yang tertinggi ada di sektor tambang dan lainnya yang tumbuh 49,13 persen," tegasnya.
 
Struktur ekspor Indonesia secara kumulatif pada Januari-Juli 2021 ditopang oleh ekspor nonmigas yang meyumbang 94,35 persen dari total ekspor. Dilihat per subsektor, struktur ekspor didominasi oleh industri pengolahan sebesar 78,47 persen, diikuti tambang 14,02 persen, migas 5,65 persen, dan pertanian 1,86 persen.
 
Selama Januari-Juli 2021, ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor industri pengolahan meningkat 31,36 persen dibanding 2020, disumbang oleh meningkatnya ekspor minyak kelapa sawit. Ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan meningkat 8,72 persen disebabkan oleh meningkatnya ekspor tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah.
 
"Ekspor produk pertambangan dan lainnya naik 49,13 persen, disumbang oleh meningkatnya ekspor batu bara," ungkap Margo Yuwono.
 
Di sisi lain, pada periode Januari-Juli 2021, Tiongkok tetap merupakan negara tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar dengan nilai USD24,86 miliar. Negeri Tirai Bambu itu menguasai 21,85 persen ekspor Indonesia.
 
Selanjutnya ada Amerika Serikat dengan nilai USD13,54 miliar dengan porsi 11,91 persen, dan Jepang dengan nilai USD8,82 miliar atau setara 7,75 persen. Komoditas utama yang diekspor ke Tiongkok pada periode tersebut adalah besi/baja, batu bara, dan minyak kelapa sawit.

 
"Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa pada periode Januari-Juli 2021 tersebut kontribusinya masing-masing 20,26 persen dan 8,37 persen," tutup Margo Yuwono. (*)