Dosen UB Kembangkan Teknologi Aerator Venturi Pada Kolam Bundar Udang Vaname Millenial Shrimp Farm (MSF)

Jatimupdate.id, Tuban - Udang vanamei merupakan komoditas utama ekspor perikanan indonesia. Saat ini kementerian Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang berupaya meningkatkan produktivitas dan jumlah pembudidaya baru dengan menyasar kaum milenial dengan program Millenial Shrimp Farm (MSF). Penggunaan IT dalam budidaya udang dengan skala usaha yang lebih kecil diharapkan dapat menarik minat kaum millenial untuk memulai usaha budidaya udang vaname.

“Universitas Brawijaya ikut berpartisiapsi mensukseskan program Millenial Shrimp Farm (MSF) Kementerian Perikanan dan Kelautan melalui kegiatan pemberdayan dengan nama Doktor Mengabdi (DM) yang didanai oleh Universitas Brawijaya. Kegiatan yang dilakukan didesain sebagai turunan dari Rencana Induk Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya yang pelaksanaannya dikordinasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ” Ungkap Andi Kurniawan, D.Sc.

Dengan adanya induksi teknologi venturi, dapat menaikkan kadar oksigen terlarut dalam air, sehingga kesehatan udang dan lingkungannya semakin optimum untuk pertumbuhan. Hal ini akan menaikkan nilai survival rate yang berujung pada meningkatnya nilai produktivitas.


Pada pengembangannya, selain dangan menaikkan produktivitas dg induksi venturi, diharapkan dapat mengimplementasikan teknologi 4.0 untuk memudahkan pelaksanaan budidaya. Misalnya dengan automatic check and report water parameter quality dan autofeeder

 “Program DM ini dilakukan untuk membantu mitra dalam dapat membantu untuk memecahkan masalah yang dihadapi sehingga tingkat efektivitas dan efisiensi usaha akuakultur yang dilakukan dapat ditingkatkan” Ujar Andi Kurniawan, D.Sc. Beliau juga menerangkan dari diskusi dengan mitra sebagai bagian tahapan pengabdian ini, teridentifikasi permasalahan utama mitra bersumber dari belum efektif dan efisiennya sistem aerasi yang dipakai saat ini. Penerapan tekonologi aerasi konvensional ini belum dapat memenuhi kebutuhan teknis usaha akuakultur yang mitra lakukan.


Feri selaku pengurus pokdakan barokah Sukolilo menyampaikan kalau kelompoknya merasa sangat terbantu dengan adanya program ini, dan mengucapkan terimakasih kepada Universitas Brawijaya dan Diskanak Kabupaten Tuban untuk bantuan dan pendampingan yang diberikan. Kelompoknya berharap program ini dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas budidaya udang vaname, serta dapat menerapkan inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Perguruan Tinggi.

Lebih lanjut Andi menyampaikan kalau kegiatan dalam program DM ini melibatkan dosen-dosen dari berbagai bidang ilmu dan mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya. Kegiatan ini juga disinergiskan dengan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya. Selama proses pendampingan ini juga mitra Pokdakan Udang Barokah Sukolilo bertransfromasi menjadi Industri Kecil Menengah (IKM) UD. NAM Sukolilo.(*)

Berita Terkait

Berita Terpopuler