Sempat Terputus Diterjang Banjir, Jembatan Kembang Dan Gandu Pacitan Kembali Bisa Digunakan.

oleh : -
Sempat Terputus Diterjang Banjir, Jembatan Kembang Dan Gandu Pacitan Kembali Bisa Digunakan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Kembang di Desa Kembang Kec. Pacitan dan Jembatan Gandu di Desa Wonodadi Kulon, Kec. Ngadirejo Kabupaten Pacitan, Selasa (10/01).

Pacitan, JatimUPdate.id, Sempat Putus Diterjang Banjir, Jembatan Kembang dan Jembatan Gandu Pacitan Kembali Bisa Digunakan. Sebelumnya, Kedua jembatan tersebut sempat terputus akibat banjir dan longsor di Kabupaten Pacitan bulan Oktober tahun 2022 lalu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Kembang di Desa Kembang Kec. Pacitan dan Jembatan Gandu di Desa Wonodadi Kulon, Kec. Ngadirejo Kabupaten Pacitan, Selasa (10/01).

Kedua jembatan yang sempat putus akibat terjangan  banjir tersebut diresmikan secara simbolis dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan untaian melati oleh Gubernur Khofifah didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Kepala Dinas PU Bina Marga Prov Jatim Edy Tambeng Widjaja, Kepala Desa Kembang dan Kepala Desa Gandu.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan dibangunnya kembali kedua jembatan tersebut merupakan upaya untuk memperkuat konektivitas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Diantaranya memperkuat aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.

“Jembatan putus masuk dalam prioritas penanganan. Jembatan ini bukan hanya memiliki fungsi fisik saja, melainkan juga memiliki fungsi menghubungkannekonomi, pendidikan, layanan kesehatan juga menyambungkan seduluran (persaudaraan),” ungkapnya.

Diketahui, Jembatan Kembang dan Jembatan Gandu merupakan jalan penghubung utama masyarakat setempat. Karenanya, kerusakan kedua jembatan itu sempat melumpuhkan perekonomian, layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat Pacitan.

Baik Jembatan Kembang maupun Gandu, dibangun dengan kontruksi jembatan bailey. Kedua jembatan tersebut dibangun dengan sumber pendanaan dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemprov Jatim senilai Rp. 6,03 Miliar untuk Jembatan Kembang dan Rp. 3,08 Miliar untuk Jembatan Gandu.

Sebagai informasi, Jembatan Kembang membentang sepanjang 39 meter dengan lebar 4,8 meter menghubungkan Desa Kembang dan Desa Sirnoboyo. Sedangkan Jembatan Gandu dibangun di atas Sungai Gandu menghubungkan Desa Wonodadi Kulon dan Desa Sembowo dengan panjang 27 meter dan lebar 4,2 meter.

Berdasarkan Data Penanganan Darurat Kerusakan Jembatan Dinas PU Bina Marga Prov Jatim, selain Jembatan Kembang dan Gandu, masih ada 2 jembatan lagi di Kab. Pacitan yang dibangun dengan Dana BTT Pemprov Jatim, yakni Jembatan Cangkring di Desa Cangkring, Kecamatan Ngadirojo dan Jembatan Dembo di Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo. Keduanya dilakukan proses penanganan darurat dengan Bronjong (penahan pondasi) dengan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp. 803 juta untuk Jembatan Cangkring dan Rp. 655 juta untuk Jembatan Dembo.

 

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan pelayanan intensif bagi masyarakat Pacitan yang diwujudkan dengan terselesaikannya perbaikan kedua jembatan ini.

 

“Ini menjadi motivasi dan semangat bagi kami untuk memberikan pelayanan yang sat set wat wet bagi masyarakat. Matur nuwun Ibu Gubernur atas rawuhnya dan percepatan pembangunan jembatan ini,” katanya

 

Lebih lanjut, dirinya juga menyampaikan bahwa Pacitan merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang dalam 1 tahun selalu siaga bencana. Hal tersebut dikarenakan jika memasuki musim kemarau, maka Pacitana akan rawan kekeringan. Jika masuk musim penghujan maka Pacitan memiliki ancaman bencana tanah longsor dan banjir.

 

“Hal ini dibuktikan dengan adanya kejadian tanah retak yang mengakibatkan 16 rumah terdampak. Mudah-mudahan komunikasi antara BPBD Pacitan dan Pemprov Jatim bisa terbangun dengan baik agar penanganan cepat tanggap bisa segera hadir. Insyaallah rencananya Januari ini akan dilakukan relokasi,” jelasnya

 

“Namun hal tersebut menjadi kendala karena masyarakat memiliki memori berharga dengan tempat tinggalnya semula. Ini yang akan kami berikan pemahaman-pemahaman bagi masyarakat. Sekali lagi, matur nuwun atas kehadiran Ibu Gubernur,” tandasnya.

Sugiarti (43), seorang penjual Warung makan  yang merupakan warga Desa Kembang itu mengaku bahagia atas diresmikannya Jembatan Kembang yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Saya sangat senang dengan telah terselesaikannya jembatan kembang. Ini sangat membantu kami warga Desa Kembang yang sehari-hari tersambung  dengan Desa Sirnoboyo. Terima kasih Ibu Gubernur dan Pak Bupati atas percepatan perbaikan jembatan ini," ucapnya.(Yah)

Kedua jembatan tersebut sempat terputus akibat banjir dan longsor di Kabupaten Pacitan bulan Oktober tahun 2022 lalu.Kedua jembatan tersebut sempat terputus akibat banjir dan longsor di Kabupaten Pacitan bulan Oktober tahun 2022 lalu.