Rebut Suara Nahdhiyin, Ini Respon Kepala Bapilu PDIP Surabaya

oleh : -
Rebut Suara Nahdhiyin, Ini Respon Kepala Bapilu PDIP Surabaya
Anas Karno

Jatimupdate.id - PDI Perjuangan jadi parpol paling dipilih kalangan Nahdhiyin. Hal ini diketahui, setelah Surabaya Survey Center (SSC) melaporkan hasil risetnya. Survei SSC menunjukkan, partai berlambang banteng moncong putih, memperoleh suara Nahdliyin hampir 50%. Kepala Bapilu PDI Perjuangan Surabaya, Anas Karno bersyukur partainya lebih diminati kaum Nahdliyin.

Menurutnya, mendapatkan suara  Nahdliyin merupakan suatu kebanggaan, dan prestasi yang luar biasa. Sebab, Nahdliyin merupakan elemen penting bangsa ini. "Baik, dalam memajukan bangsa dan merawat Kebhinekaan," beber Anas saat dihubungi

Suara Nahdliyin, tambah Anas sangat mendukung, untuk menyuport kerja-kerja kerakyatan PDIP. Dalam menghadirkan program kongkret di tengah masyarakat. Misalnya, kebudayaan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat.

"Hal ini sesuai dengan arahan ketua umum Megawati Soekarnoputri," beber Anas.

Di samping itu, papar Anas, Nahdhiyin dengan PDIP mempunyai kedekatan emosional yang terbangun sejak zaman  Bung Karno. Bahkan, sang proklamtor diberi gelar Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Waliyul Amri Ad Dharuri Bi AS Syaukah.

Gelar itu, beber Anas,  merupakan dukungan besar warga Nahdliyin pada kepemimpinan Bung Karno, yang disahkan dalam Muktamar NU di Surabaya.

"Tepatnya pada tahun 1954." demikian pungkas Anas.

Sebagai informasi: PDIP menjadi partai politik yang paling dipilih kalangan Nahdliyin. Hal itu terungkap melalui hasil riset yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC) dengan responden masyarakat Jatim.

Direktur Riset SSC, Edy Marzuki mengungkapkan jika PDIP berada di posisi pertama diikuti oleh PKB dan Gerindra di posisi kedua dan ketiga.

“PDIP meraih 48,9%, sedangkan PKB 9,4%, dan Gerindra 8,3%”, urainya. Meski demikian, Edy mengatakan jika ceruk di masyarakat Surabaya masih sangat terbuka lebar bagi seluruh partai.

“Karena masih ada 9,1% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Dengan jumlah sebanyak ini, yang bisa merangkul mereka bisa menyalip di tikungan akhir” pungkasnya. (roy)