Muncul Alat Berat, RDP Diwarnai Keresahan Pedagang Pasar Turi Tahap III

oleh : -
Muncul Alat Berat, RDP Diwarnai Keresahan Pedagang Pasar Turi Tahap III
Hearing di Komisi terkait pedagang Pasar Turi Tahap III

Jatimupdate.id - Pedagang Pasar Turi tahap III meminta pemkot Surabaya,  membikinkan tempat penampungan sementara (TPS) yang sama dengan pedagang sebelumnya.

Sebab, mereka resah, karena tempat yang digunakan saat ini, merupakan tanah PT KAI. Apalagi PT KAI berencana melakukan penertiban. Hal ini, terungkap saat rapat dengar pendapat atau hearing dengan komisi C DPRD Surabaya, dan sejumlah pihak terkait, pada Jumat (20/1).

Ketua komisi C, Baktiono meminta, pemkot segera memikirkan, sekaligus berharap pedagang mendapatkan fasilitas yang sama seperti pedagang Pasar Turi tahap I,II, dan IV. Dengan Melakukan komunikasi dengan PT KAI, membangunkan tempat penampungan.

"Jumlah pedagang Pasar Turi tahap III mencapai 1025 orang. Pemkot dan PT KAI harusnya duduk bersama memikirkan nasib pedagang," imbau legislato senior PDI Perjuangan ini.

Baktiono menyebut, kesepakatan hearing, para pihak juga sepakat, sementara ini, tidak dilakukan penertiban terlebih dahulu. Dan PT KAI akan menyampaikan ke pimpinan pusat agar tidak melakukan eksekusi dulu. "Sembari melakukan  komunikasi lanjutan,"jelasnya.

Pasar Turi yang dibangun di areal 4,3 hektare. 2,7 hektare lahannya merupakan milik pemkot. Sedangkan 1,6 hektare  tanah milik PT Kereta Api. Karenanya, menurut Kepala Dinkopdag Surabaya, Fauzie Mustaqim Yos, nantinya pemkot dan PT KAI juga akan melakukan koordinasi

Bagi Yos, jalan itu merupakan solusi paling memungkinkan. Tapi, bila tidak ada opsi lagi, pedagang akan dipindahkan ke Pasar Turi Baru. "Namun barang dagangan memang harus dirubah,"kata Yos.

Sementara, Ketua I perkumpulan pedagang Pasar Turi Tahap III, Rifai mengatakan, saat ini jumlah pedagang  aktif sebanyak 93 orang. Dikatakan, mereka resah karena hadirnya eksavator atau alat berat, di lahan tersebut. Bahkan, menurutnya 25 Januari merupakan deadline mengosongkan lahan itu.

Namun, sambung dia, hasil hearing terdapat kesepakatan, untuk sementara waktu, tidak ada penggusuran. "Mungkin nanti ada pertemuan lanjutan. Jadi kami tenang,"kata Rifai.

Kendati begitu, pihaknya tetap menginginkan pemkot Surabaya
membangun TPS. Karena tahap III dulu sama ikut pemkot juga. "Tolong kami buatkan TPS seperti dulu,"tegas Rifai. (roy)