Memasuki Musim Panen Raya Padi, Gubernur Minta Pedagang Beralih Pada Beras Medium

Reporter : -
Memasuki Musim Panen Raya Padi, Gubernur Minta Pedagang Beralih Pada Beras Medium
Beras Premium Bulog

Baca Juga: Langkah Nyata PWI Lamongan, Gandeng Disperindag Gelar OPM Saat Harga Beras Tinggi Mencekik

Pamekasan, JatimUPdate.id,- Dari Pemantauan Gubernur Khofifah di Pasar Kolpajung Pamekasan ditemukan banyak pedagang yang menjual Beras jenis Premium non bulog.
 
"Di Pasar ini agak spesifik dimana pedagang menjual beras Premium dengan harga yang sedikit lebih tinggi di kisaran harga diatas Rp. 12.000,-. Kondisi ini berbeda dengan pasar tradisional lain yang selalu menyiapkan beras medium dan premium," urainya. 
 
Untuk itu, Khofifah meminta kepada pedagang untuk juga menjual beras medium guna memperluas jangkauan daya beli masyarakat Pamekasan, Mengingat, saat ini Jatim sudah memasuki musim panen raya sehingga beras medium stoknya berlimpah. 
 
Tingginya harga beras premium bukan hanya di pasar kolpajung pamekasan, Keberadaan beras Bulog hingga Ramadhan hari ke-12 masih kosong di beberapa pasar Surabaya. Meski begitu stok beras bulog yang dijual di pasaran beli dari distributor dengan harga yang lebih mahal.
Sebelumnya, pemerintah bersama pelaku usaha penggilingan padi menyepakati harga pembelian gabah dan beras jelang masa panen raya bulan Maret 2023 naik sekitar 8-9 persen.

 
Kulak Dari Distributor lain
Fatimah salah satu pedagang di Pasar Pucang Surabaya, mengaku sudah 2 bulan tidak mendapat kiriman beras dari pemerintah. Akhirnya terpaksa kulak dari distributor lain, namun dijual dengan harga yang lebih mahal.

"Beras ndak turun-turun harganya. Bulog saya ambil dari distributor, ambilnya per 5 kg Rp 49 ribu jual Rp 53 ribu. Lebih dari 2 bulan belum turun dari pemerintah. Bulog cepat lak, selisih harga sama beras merek lain banyak, pemerintah Rp 42-44 ribu, distributor Rp 49 ribu," kata Fatimah dikutip dari detikJatim, Senin (3/4/2023).

Sama halnya dengan Pasar Genteng Surabaya. Di mana stok beras medium subsidi pemerintah ini tidak ada. Sehingga yang dijual hanya beras premium dengan harga yang lebih mahal.

"Ga ada (beras) Bulog, jual premium aja. Merek Pinpin Rp 67 ribu, Sedap Wangi Rp 65 ribu, Kelapa Muda Rp 63 ribu per 5 kg," ujar Asak pedagang sembako.

Salah satu penjual bahan pokok di Pasar Genteng, Ida juga sama. Bahkan beras premium pun ada kenaikan harga dan stok beras Bulog kosong.
 
"Bulog kosong sudah lama, lebih dari dua bulan. Beras premium merek Pinpin Rp 13.500/kg naik cuma Rp 500. Selain Pinpin, ada merek Lele, Bunga, pokoknya cari yang murah, sekarang stok cuma Pinpin," jelasnya.

Begitu pula dengan Pasar Tambahrejo, para pedagang bahan pokok tidak memiliki stok beras Bulog. Ada pun di distributor, namun dengan harga yang lebih mahal.

"Bulog, kosong 2 bulan. Jual beras biasa dan premium. Ada di agen harganya mahal Rp 45 ribu per sak dan 50 kg harganya Rp 450 ribu," pungkasnya. (yah)

Editor : Wahyu Lazuardi