Survei Indopol, Pemilih Nasdem Pada Pemilu 2019 di Jawa Timur, 50 persen Akan Pilih Ganjar

Reporter : -
Survei Indopol, Pemilih Nasdem Pada Pemilu 2019 di Jawa Timur, 50 persen Akan Pilih Ganjar
Press release hasil survei dinamika Politik di jawa timur jelang pemilu 2024 di Hotel Royal Tulip darmo Surabaya, Jum’at (14/4/2023)

Direktur Indopol Survey, Ratno Sulistyanto : "Partai ID kita itu lemah, Masyarakat tidak merasa memiliki partainya"

Surabaya, JatimUPdate.id,- Akhir Maret 2023 Indopol Survey melakukan survei di jawa timur. Dalam Press release hasil survei dinamika Politik di jawa timur jelang pemilu 2024 di Hotel Royal Tulip darmo Surabaya, Jum’at (14/4/2023) Indopol menyampaikan beberapa fakta terbaru.

Baca Juga: Ketar Ketir KPU Jember Laksanakan Putusan MK, Nasdem atau Demokrat ?

Ratno Sulistyanto, Direktur indopol survey menunjukkan fakta hasil survey dimana, 50 persen pemilih Partai Nasdem di Jawa Timur pada pemilu 2019 lalu, memberikan suaranya untuk Ganjar Pranowo, 25 persen untuk Prabowo Subianto dan hanya 16,7 persen suara untuk Anies Baswedan.

“Kondisi ini menjelaskan bahwa figur Anies Baswedan masih belum diterima di sebagian besar pemilih di Jawa Timur, selain kurang masifnya upaya Partai Nasdem dalam mensosialisasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024, disamping lemahnya partai politik dimata pemilih.” Ungkap ratno.

Sementara Ganjar Pranowo mendapatkan limpahan dukungan dari pemilih Jokowi di pemilu 2019 lalu sebesar 56.6 persen dan 22.2 persen dari pemilih Prabowo, sementara Prabowo Subianto mendapat dukungan 41,1 persen dari pemilihnya sendiri dan 11.3 persen dari pendukung Jokowi.

Sedangkan Anies Baswedan mendapatkan 10.5 persen dari pemilih Jokowi dan 18.5 persen dari pemilih Prabowo di Pemilu 2019 lalu.

“Berdasarkan basis wilayah, hanya wilayah sub-kultur Madura yang memberikan suara mayoritas kepada Anies Baswedan, sebesar 40,9 persen, sementara mayoritas di wilayah Arek, Panturan, Pandulangan-Oseng, dan Mataraman memberikan suara kepada Ganjar Pranowo. Prabowo Subianto basis pemilihnya hamper merata di semua wilayah sub kultur.” Jelas ratno

 

Baca Juga: Calon Tunggal Dalam Pilgub 2024: Ancaman Bagi Masa Depan Demokrasi di Jawa Timur

PDIP Unggul di Jawa Timur

Keunggulan elektabilitas PDIP secara nasional dalam survei Indopol Survey, juga terjadi dalam survei regional Jawa Timur bulan Maret 2024 ini yakni PDIP unggul 20,1 persen dibandingkan Partai gerindra 16 persen dan PKB di tempat ketiga sebesar 14,6 persen, tempat keempat Partai Golkar sebesar 10.2 persen, kemudian kelima partai Demokrat sebesar 8.4 persen dan keenam partai Nasdem sebesar 6.2 persen, ketujuh PPP sebesar 4.6%, kedelapan PAN sebesar 4.1%, kesembilan Partai Perindo 3.7%, Kesepuluh PBB sebesar 3.3%, kesebelas PKS sebesar 1.7%, keduabelas PSI sebesar 1.6%, ketigabelas Partai Gelora sebesar 1.4, keempatbelas Partai Buruh sebesar 1.3% dan kelimabelas Hanura sebesar 1.2%. Sementara partai lainnya lainnya mendapat dukungan di bawah 1%, seperti PKN, Partai Ummat dan Partai Garuda.

Alasan Utama Dalam Memilih Parpol 2024 Menurut Publik Jawa Timur adalah Capres yang didukung pemilih dicalonkan oleh parpol tersebut. Kedua karena parpol tersebut memiliki program-program yang berpihak pada rakyat. Ketiga sudah biasa memilih parpol tersebut dan calon legislatif yang dipilih juga berangkat dari parpol yang dipilih.

“Figur calon presiden akan sangat menentukan pilihan partai politik yang akan dipilih” ungkap ratno,

Baca Juga: Ketua Jatim Beragam: Performa Ganjar saat debat tampak matang

“lemahnya identitas partai menyebabkan ketergantungan partai terhadap sosok yang akan di usung nantinya, Saya tidak terlalu yakin pilihan itu akan berubah secara siknifikan -kalau sosok capres yang diingankan tidak diusung partai-, memang ada yang memilih calon alternative dari diluar partai, tapi ada kecenderungan mereka memilih untuk tidak memilih –Abstain-, apalagi partai ID kita itu lemah, masyarakat tidak merasa memiliki partainya.” Ratno menjelaskan lebih lanjut. (Yah) 

 

Editor : Nasirudin