Temui Ganjar, Asosiasi Petani Tebu Curhat Tutupnya Pabrik Gula dan Minat Berkurang

oleh : -
Temui Ganjar, Asosiasi Petani Tebu Curhat Tutupnya Pabrik Gula dan Minat Berkurang

SEMARANG (JATIMUPDATE.ID) Kelompok petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, ‘wadul’ ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (14/4/2022). Mereka datang dengan kegelisahan berkurangnya pendapatan petani tebu.

Hal itu disampaikan Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen usai bertemu Ganjar di kantornya, Kamis (14/4/2022). Soemitro mengatakan, ketersediaan lahan terus bertambah namun minat petani tebu menurun.

“Kami ingin yang sudah (pabrik gula) existing dipertahankan, kalau ditambah ya pendapatan petani ditingkatkan dengan peningkatan produktivitas dan harga,” kata Soemitro ditemui usai audiensi.

Kondisi ini, lanjut Soemitro, tutupnya sejumlah pabrik gula yang dikelola BUMN. Hal ini diakibatkan jumlah petani tebu yang terus menurun.

“Kalau petaninya habis ini sama saja kita mendorong impor juga, maka harus berani membangun pabrik yang modern sehingga lebih efisien dan bisa meningkatkan pendapatan petani,” tandasnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan beberapa persoalan disampaikan oleh APTRI. Selain terkait jumlah petani yang menurun, juga tentang ketersediaan bibit untuk produksi.

“Yang kedua adalah produktivitasnya, termasuk rendemen yang nanti dihasilkan dan ketiga adalah terkait siapa off-takernya karena pabrik gulanya juga belum efisien,” kata Ganjar.

Ganjar tak menampik jika saat ini terjadi lesu darah pada kelompok petani tebu karena produksinya tidak bisa terserap dengan baik. Untuk itu, Ganjar meminta agar dirinya diberi data petani tebu yang ada.

“Terus kemudian varietas tebu yang dimiliki hanya tiga, dan dari yang ada ini kita harapkan bisa hitung berapa produktivitas yang dihasilkan,” tandasnya.