Melalui Narasi Jalan Sunyi, SMSI Menobatkan Wahyudi Adisiswanto Sebagai Pendekar Rekonsiliasi

Reporter : -
Melalui Narasi Jalan Sunyi, SMSI Menobatkan Wahyudi Adisiswanto Sebagai Pendekar Rekonsiliasi
Sang Pendekar Rekonsiliasi Ir Wahyudi Adisiswanto, Pj Bupati Pidie

Takengon_ JatimUpdate.id_ Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh, menobatkan Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto sebagai Pendekar Rekonsiliasi dan Pembangunan. Penobatan itu berlangsung di Ballromm Parksaid Gayo Petro Hotel Takengon Aceh Tengah, pada Senin (08/05/2023).

Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto saat menerima penghargaan dari SMSI AcehPj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto saat menerima penghargaan dari SMSI Aceh

Baca Juga: Jelang Berangkat Haji Bersama Sirul Mubtadin dan Travel Mahabbah, PJ Bupati Pidie dipeusijuk 

Pj Bupati Pidie menerima penghargaan itu bersama 14 tokoh lainnya, yang memiliki kontrbusi besar dalam pembanngunan masyarakat dan daerah di Aceh.

Narasi Jalan Sunyi

Melalui narasi Jalan Sunyi Pendekar Rekonsiliasi, yang dinukil oleh jurnalis senior  Mosa L Ramadan dan dibacakan oleh Cut Noval, dipaparkan alasan Ir Wahyudi Adisiswanto mendapatkan penghargaan itu. 

"Direlung mesin pencari paling top dunia maya google, jejak linimasa sosok satu ini hampir tak terekam. Yang menyembul di permukaan kulit Google itu, cuma nama, jabatan dan kegiatan ceremony, yang pernah ditorehkan di tempatnya bertugas, begitu Cut Novel mengawali membaca narasi itu.

"Lalu anda bermimpi bsa menemukan sisi lain kehidupan lelaki paro baya ini. Nama keluarga dekat, kegemaran, tempat dan tanggal lahir, yang akurat di etalase google. Itu serupa saja, kita melontarkan pribahasa arkais, bagai mencencang air, melakukan pekerjaan sia-sia," lanjutnya.

Siapa sebenarnya, persona lelaki misterius itu ?. Dia adalah Wahyudi Adisiswanto. Inteligen senior, dari lembaga telik sandi, Badan Inteligen Negara (BIN) Republik Indonesia, yang kini Penjabat Bupati Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. 

Wahyudi belum genap satu tahun di Pidie, ia bekerja dalam senyap, ketika menenun gempuran konflik opini di Kabupaten beratmosfir politik keras, ganas dan menantang itu.

Bayangkan, sumbu konflik pergolakan Aceh di bakar dari Puncak Pegunungan Halimun, Tiro Kabupaten Pidie, yang kini dipimpin Wahyudi.

Baca Juga: Budidaya Bawang Merah di Pidie Butuh Dukungan PLN 

Tak ada bekal khusus, ketika Wahyudi mendadak ditunjuk sebagai Pj Bupati di Kabupaten merah, semasa konflik dahulu. Tiga hari menjelang pelantikan, Wahyudi baru diberi tahu akan dilantik sebagai Penjabat Bupati Pidie.

Di ranah penanganan wilayah konflik, Wahyudi bukan protagonis baru, ia adalah satu dari sekian eksponen, yang meniupkan roh perdamaian di wilayah konflik kesukuan. Seperti Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di kota seribu masji ini, Wahyudi didapuk sebagai Pembisa Laskar Sasak. Ketika ia menjabat Kepala BIN Daerah NTB, 2019-2021. Ia berperan aktif pergesekan antar suku, di Provinsi itu. 

Di Kabupaten Pidie, Wahyudi menularkan kebaikan itu. Ia menelusuri jalan sunyi, tanpa mengumbar gerakan damai itu ke media. Diam - diam, Wahyudi sungkem ke ulama - ulama besar, yang paling berpengaruh di Pidie.

Dan diam-diam, Wahyudi mendatangi tokoh politik, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan pentolan GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Baca Juga: Tanggulangi 5 Masalah Besar PJ Bupati Pidie Berharap Pidie Menjadi Sentra Bawang Merah Nasional

Hingga menjelang satu tahun, sosok Wahyudi berhasil merekatkan friksi-friksi di tanah bekas peperangan itu. Simpul perdamaian masyarakat di Pidie, telah menemukan jalannya sendiri, lewat jalan sunyi yang ditempuh Ir Wahyudi Adisiswanto, Sang Pendekar Rekonsialisasi itu. 

Narasi itu dengan tajam menggambarkan kiprah Wahyudi dalam melakukan gerakan perdamain di tanah rencong. Maka, pantaslah jika SMSI Aceh memberinya anugerah yang akan menjadi catatan tinta emas, dari rangkaian kiprahnya. 

Penerima Penghargaan Lainnya  

Pj Bupati Pidie Saat menerima Penghargaan dari SMSI AcehPj Bupati Pidie Saat menerima Penghargaan dari SMSI Aceh

Alumnus Universitas Jember itu, menerima penghargaan SMSI Aceh Award 2023, berbarengan dengan 14 penerima penghargaan lainnya :

  • Bustami Hamzah, Sekretaris Daerah Aceh untuk kategori Birokrat Berdedikasi dan Berintegritas,
  • Ali Basrah, anggota DPRA untuk kategori Penggerak Pembangunan Daerah Pemilihan,
  • Zulfadhli, anggota DPRA untuk kategori Penggerak Pembangunan Daerah Pemilihan dan
  • PT. Bank Aceh, untuk kategori Bank Penggerak UMKM.
  • Azwardi, Pejabat Bupati Aceh Utara untuk kategori Kepala Daerah Penggerak Pembangunan,
  • Farid Nyak Umar, Ketua DPRK Banda Aceh untuk kategori Penggerak Sosial dan Budaya,
  • Said Mulyadi, Wakil Bupati Pidie Jaya untuk kategori Wakil Kepala Daerah Inspiratif dan Solutif,
  • Darmansah, Pj Bupati Aceh Barat Daya untuk kategori Kepala Daerah Penggerak Pembangunan Pertanian.
  • Mahdi Efendi, Pj Bupati Aceh Barat untuk kategori Sosok Inspiratif,
  • Imran, Pj Wali Kota Lhokseumawe untuk kategori Kepala Daerah Peduli UMKM dan Komitmen Terhadap Pengembangan Ekonomi,
  • Marwan Nusuf, Kadiskominsa Aceh untuk kategori Sosok Peduli Keterbukaan Informasi Publik,
  • T. Mirzuan, Pj Bupati Aceh Tengah untuk kategori Kepala Daerah Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
  • Muhammad Iswanto, Pj Bupati Aceh Besar untuk kategori Figur Peduli Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani. (Gilang)

Editor : Redaksi