Oleh: Wahidin*

Harapan Hidup Berpengaruh Pada Perilaku Hidup Sejahtera

Editor : -
Harapan Hidup Berpengaruh Pada Perilaku Hidup Sejahtera

Menyimak pendapat orang hebat, orang yang berilmu biasanya seperti air mengalir tiada ada tepiannya dan selalu memiliki makna mendalam bagi kita untuk pelajari sampai ke negeri cina.

Ketika kita bicara tua itu pasti dalam hari lanjut usia kata pemimpin sumsel saat ini, 'lansia terawat Indonesia bermartabat' itulah sepenggal kata judul yang disematkan untuk memperingati hari lanjut usia, ada momentun kegiatan peringat hari lanjut usia para pekerja sosial di wilayah sumatera Selatan semakin menyadari betapa pentingnya merawat yang sudah tua bahkan sampai bermartabat, dan tentunya patuh terhadapa orang tua. Dalam pengertiannya martabat ialah sesorang yg mampu menjaga harga dirinya tidak umbar mampu menahan diri dari hawa nafsu & berperilaku baik pada siapa pun. Fenomena saat ini banyak masyarakat kita tak sadar bahwa dia sudah tua tapi perilakunya tidak mecerminkan dia sosok orang tua yang sejatinya patut dicontoh bahkan ditauladi tutur kata sikapnya dan lainnya di dalam keseharian.

Misalnya sekarang banyak orang tua memanfaatkan waktunya untuk bermain fb, IG dan media sosial lainnya bukan dimanfaatkan untuk mencari hal yg positif justru bagi yang sudah mengerti dan masih mampu menggunakan media sosial tersebut hanya dimanfaatkan untuk hiburan saja. Perilaku juga tergantung dimana sikap kita berperilaku tergantung keadaan diaman dia dilahirkan tentu sampai tua pun dia akan mengikuti pola dimana dia lahir sampai tua.
Ada beberapa faktor yg melandasi
Gubernur, menyampaikan  merawat dan memuliakan orang tua itu pahalanya luar biasa.

Misalnya, pengelolaan sikap, makan tertaur, gaya hidup, memerlukan pendampingan. Ukuran bahagian bagi orang tua dgn orang masih relatif muda berbeda-beda. Seperti apa memaknai bahagia tergantung pada individu itu sendiri memanjen diri.

Susah melihat orang susah, susah melihat orang senang. Binaan Dinas Sosial provinsi sumsel sudah memiliki delapan Lembaga Kesejahteraan Sosial yg selama ini menjadi mitra binaan.

Bahkan di pendamping pekerja sosial lansia sudah ada di beberapa daerah untuk di sumsel masih sangat minim pendamping yg spesialis pekerja sosial lansia.

Selama ini sudah ada 8 Lembaga Kesejahteraan Sosial yg sudah ikhlas memberikan kontribusi sosialnya untuk merawat lansia melalui kerja sama dgn keluarga-nya. Mulai dari kesadaran diri sikap dan untuk memuliakan orang tua di rumah, dan mereka diberikan pembekalan baik sescara fisik melalui olahraga senam agi lansia, mau pun cek rutin ke puskesmas terdekat, dan memiliki posyandu lansia.

Semua memiliki kerja pendampingan ekstra melalui kerja sama antar semua sektor tidak bisa dilakukan oleh Lembaga Kesejahteraan sendiri melainkan bekerja sama untuk mensejahterakan lansia.

*Ketua DPD IPSPI Provinsi Sumatera Selatan