oleh : Ponirin Mika

Tradisi Masyarakat Gelaman Usai Menggelar Shalat Tarawih

oleh : -
Tradisi Masyarakat Gelaman Usai Menggelar Shalat Tarawih
Ponirin Mika, Pemerhati Masalah Sosial Budaya

KANGEAN - Kebiasaan baik yang dilakukan oleh masyarakat Gelaman, Arjasa, Sumenep, Kepulauan Kangean setelah melaksanakan shalat jamaah tarawih adalah menyuguhkan beberapa makanan kepada beberapa jamaah. Hal itu diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Gelaman Ustaz Ahmadullah, Selasa (26/04/22).

Menurutnya, tradisi ngangkak-ngangkak (bahasa kangeannya) itu sejak dari dulu sampai saat ini masih terus dipertahankan.

"Ngangkak-ngangkak (membawa makanan) ke masjid, musalla dan langger merupakan kebiasaan masyarakat Gelaman dari turun temurun," katanya.

Lebih lanjut Ahmadullah mengatakan, setelah usai menggelar shalat tarawih, para jamaah tidak langsung pulang tapi berkumpul terlebih dahulu dan menikmati hidangan beberapa makanan yang di bawah oleh masyarakat kampung.

"Bermacam-macam hidangan tersebut, ada yang membawa kolopnya manggele, tonona jegung, sangar-sangar, nasi, semangka, dan buah-buahan lainnya," imbuhnya.

Pokoknya nyaris hampir semua makanan khas Gelaman ada pada saat itu disuguhkannya.

"Terutama anak-anak kecil yang ikut shalat jamaah tarawih mendapatkan banyak berbagai macam makanan," tegasnya.

Bahkan kata Ustaz Ahmadullah, paling seru itu saat malam lekoran (malam tanggal ganjil) itu biasanya banyak orang yang menyuguhkan makanan yang enak-enak.

"Kalau di malam lekoran ini (malam tanggal ganjil) makanan yang enak-enak itu ada," pungkasnya.

Tradisi seperti itu harus terus dipelihara. Jangan sampai dihilangkan. Sebab di balik tradisi itu banyak hikmahnya. Salah satunya adalah menjaga persaudaraan dan persatuan, membiasakan bersedekah. Bahkan bisa memberikan makanan yang enak-enak itu bisa membantu masyarakat yang tidak mampu membeli makanan enak karena keterbatasan ekonomi," ungkap Ponirin Mika salah satu pemuda Gelaman. (*)

(*) Penulis : Ponirin Mika, Pemerhati Masalah Sosial Budaya