Target APBD 2024 Rp 10 T, Machmud Demokrat: Manajemen Keuagan Pemkot Ada yang Salah, Makanya Pesimis

Reporter : -
Target APBD 2024 Rp 10 T, Machmud Demokrat: Manajemen Keuagan Pemkot Ada yang Salah, Makanya Pesimis
Mochamad Machmud

Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota DPRD Surabaya Mochamad Machmud menilai,  ada yang salah dalam keuangan Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya.

Penilaian tersebut didapat setelah DPRD Surabaya bersama tim anggaran pemkot membahas rancangan kebijakan umum APBD (RKUA) 2024

Baca Juga: Ajeng Wira Wati: Target Beasiswa Tangguh Harus Tercapai 

Machmud menyebutkan, dalam postur anggaran APBD 2024 pemkot cuma menargetkan Rp 10,4 triliun, sedangkan 2023 pendapatan APBD murni mencapai Rp 11,3 triliun.

"Dengan postur anggaran APBD 2024 ini menunjukkan pemkot itu pesimis," kata Machmud, Selasa (1/8).

Machmud menuturkan, ketika membaca lebih rinci rancangan APBD 2024, target semua pajak ternyata turun, mulai hotel, restoran, reklame, PBB dan lainnya.

Sehingga ia menilai ada yang salah dalam manajemen keuangan pemkot.

Sebab, papar Machmud, diawal rancangan APBD 2024 menguraikan kondisi ekonomi di Surabaya sejak 2021 hingga 2023 makin membaik, bahkan terus menguat.

Namun, di halaman berikutnya angka pendapatan ternyata semuanya ngedrop. 

Baca Juga: Komisi A Minta Desentralisasi Layanan Masyarakat Tidak Fokus di Suatu Tempat 

"Inilah menurut saya ada yang salah di sini, sampai ketua tim anggaran bingung enggak bisa jawab. Ini kan aneh," bebernya.

Di sisi lain, ungkap Machmud, Walikota Eri Cahyadi adakalanya mengungkapkan soal biaya dari luar APBD. Tapi, sebenarnya justru yang dipakai itu dana APBD. 

Misalnya saat bertemu sekitar 1.500 guru dan pegawai kesehatan P3K. Machmud menyebut, Eri Cahyadi menyampaikan honor mereka akan ditambah sehingga melebihi salary outsourcing.

Sedangkan, tegas Machmud, P3K itu menurut gaji dari kementerian di bawah outsourcing.

Baca Juga: DPRD Desak Pemkot Kembalikan Kewenangan Pembangunan Jalan Protokol ke Pemprov Jatim

"Ini nambah dari mana, uangnya APBD atau uang pribad? tukas Machmud.

Karena, tutur mantan wartawan tersebut, bila menggunakan APBD, menurutnya kondisi keuangan pemkot lagi susah. Lantaran banyak melakukan rasionalisasi sampai tiga kali. Dinas dirombak, keuangan mengalami perombakan atau perubahan. Jadi semua belanjanya dikurangi.

"Di satu sisi Walikota ngomong seperti itu, ini uang dari mana? Belum lagi nanti lain-lainnya," sergah Machmud.

Maka Machmud menegaskan, postur anggaran APBD 2024 tidak cocok. "Tim anggaran pemkot setelah tahu hal itu minta waktu ditunda rapatnya," demikian Machmud. (roy)

Editor : Ibrahim