PMK Terus meluas, Sapi di Kabupaten Lumajang Mulai terjangkit

oleh : -
PMK Terus meluas, Sapi di Kabupaten Lumajang Mulai terjangkit
Gub Khofifah saat memantau pengobatan sapi terjangkit PMK di kab Gresik (8/5)

LUMAJANG (Jatimupdate.id) - Sejumlah sapi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dilaporkan lumpuh secara tiba-tiba. Diagnosis sementara menyebut hewan ternak itu terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang Hairil Diani di Kantor Bupati Lumajang, Senin (9/5/2022), mengatakan pihaknya mendapatkan laporan adanya beberapa hewan ternak yang terkonfirmasi mengidap PMK di sejumlah wilayah. "Terduga banyak ternak yang terkonfirmasi mengidap PMK terutama di daerah Kecamatan Pasirian, Kunir, dan Tempeh sehingga masing-masing Pusat kesehatan hewan (Puskeswan) sudah bergerak untuk mengidentifikasi," tuturnya.

Ia mengatakan saat ini petugas Puskeswan juga sudah mengambil sampel dari beberapa hewan ternak sapi yang ditengarai mengidap penyakit mulut dan kuku untuk kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. "Saya berharap agar masyarakat segera melaporkan kepada petugas puskeswan setempat apabila hewan ternaknya mengalami gejala lumpuh, susah makan dan mulut berliur, agar segera dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, petugas juga menyemprot disinfektan ke kandang ternak sapi yang mengalami gejala penyakit mulut dan kuku di Kabupaten Lumajang.

Di Kabupaten Mojokerto di laporkan tingkat penularan wabah ini terbilang cukup tinggi. Saat ini (9/5/2022), sapi yang sudah terjangkit penyakit ini mencapai 408 ekor di 15 kecamatan dan 45 desa. Padahal, dalam laporan pada 8 Mei 2022 masih di angka 320 ekor dari 13 kecamatan dan 33 desa.

“Tingkat penularannya tinggi mencapai 90-100 persen,” ucap Drh Agus Harjito Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto.

Berbagai langkah dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, salah satunya dengan memberlakukan lockdown di sejumlah pasar hewan.