Catatan Mas AAS

Hidup Yang Indah Serta Penuh Visi!

Reporter : -
Hidup Yang Indah Serta Penuh Visi!
rest area

Di manakah hidupmu, di situlah perhatian dirimu tertuju.

Selalu memperhatikan perihal: kekurangan, penderitaan, keterbelakangan, kebencian, ketidakberdayaan, dan segala macam hal negatif lainnya. Boleh jadi gambaran utuh hidup yang dialami mungkin saja tidak bergeser jauh dengan perhatian yang diberikan. Begitu yang disampaikan seorang kawan dalam obrolan sore menjelang terbenamnya mentari tadi di kampus UB Malang.

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Ternyata di kampus perjuangan ini banyak juga lahir para filosof-filosof muda. Yang tidak saja jago soal mengetahui isi dalam manuskrip serta text book, lebih dari itu, apa yang disimpulkan sudah menjadi bahan amatan yang diujicoba dalam hidupnya sendiri alias Tuhan mengijinkan itu terjadi.

Istimewa.

Coba kalau dibalik perhatiannya, kawan itu masih meyakinkan untuk sampaikan ilmu otak atik gathuk mathuk. nya. Sisi yang ingin diharapkan terjadi, dan perhatian utamanya di taruh di situ semisal kehidupan yang penuh kelimpahan, bisa berbagi, sayang dan kasih kepada keluarga dan banyak orang, kemudahan, kesehatan, keselamatan, kemudahan, dan hal positif lainnya seturut yang diharapkan. Tidak menggaransi, namun demikian hasilnya yang akan mampir dalam kehidupan seseorang.

Bagaimana menarik bukan? Tantang seorang karib dengan penuh yakinnya untuk memberikan perhatian pada sebuah gambaran hidup yang diharapkan. Cukup fokus di situ saja, tak usah kemana-mana.

Letaknya ihktiar dimana? Setelah memilih perhatian mau diarahkan kemana, selanjutnya ihktiar baru dilakukan, dan dijalankan dengan senang-senang saja, bukan terbebani.

"Wuih, awakmu kok tambah pinter kawan? Sinau di kampus mana," tanyaku!

"Sinau soko: niteni lakon jarene!" Lak ora masuk akal iku mengko di arani wong liyo! Dan kawan lama itu meyakinkan dalam obrolan tadi, lah polanya hidup dan kehidupan yang berjalan ini semacam itu gimana, mencoba meyakinkan penulis kembali.

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

Sambil menyimak kawan lama itu berfatwa perihal hukum-hukum alam yang terjadi di alam semesta ini. Jujur penulis angkat topi saja, apa yang disampaikan oleh kawan lama itu bukan aslinya bukan isi bahasa buku, sebagus apapun isi dan best seller nya buku tersebut tidak akan Mak jleb masuk ke hati, kalau sekadar wacana. Semua yang disampaikan tadi adalah hasil laku alias memang anak tersebut mengalami kejadiannya langsung dan bisa beyond melampauinya.

Hidup yang indah serta penuh visi itu bukan teori. Namun itu ilmu praktik yang tiap menit selalu berubah jadwal serta konten peristiwa nya.

Berat ringannya tergantung bahan baku, bagaimana seorang manusia itu punya benihnya, serta siap untuk belajar tentunya. Tanpanya, hanya membuat manusia itu kuat secara logika namun lemah secara batiniah saja, tegas sang dosen muda tersebut. Kalaupun jadi leader AKU nya akan semakin kuat bukan malah semakin lemah bahkan kalau bisa sirna.

"Iku ngeelmu abot mas bro!"

Baca Juga: Menteri Desa Hadiri Wisuda Universitas Brawijaya, Ajak Alumni UB Bangun Indonesia dari Desa

Tulisan ini dibuat sebagai pengantar istirahat malam nanti. Dan sudah waktunya gerobak ini harus berputar kembali roda-roda nya, agar bantal, kasur, juga guling itu benar-benar ada dan bisa dinikmati, bukan mimpi lagi, karena masih duduk saja di rest area ini.

Begitu saja, melanjutkan perjalanan untuk pulang dahulu ke rumah.

Sekian dan selamat malam semuanya.


AAS, 14 Agustus 2023
Rest Area Waru Sidoarjo

Editor : Yuris P Hidayat