Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat, Anggota Komisi E Gelar Workshop Ketenagakerjaan

Reporter : -
Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat, Anggota Komisi E Gelar Workshop Ketenagakerjaan
Workshop Ketenagakerjaan, Foto Gatot for JatimUpdate.id

Surabaya,JatimUpdate.id - Anggota Komisi E DPR RI Hartoyo, menggelar Workshop Ketenagakerjaan untuk mengasah skill dan meningkatikan taraf hidup masyarakat.

Legislator Partai Demokrat itu, melaksanakan Workshop di Hotel Harris Gubeng, pada Minggu (10/9).

Baca Juga: Ketar Ketir KPU Jember Laksanakan Putusan MK, Nasdem atau Demokrat ?

Ia mengatakan, diselenggarakannya Workshop Ketenagakerjaan, karena saat serangan pandemi Covid-19, banyak masyarakat pekerja di PHK. Sehingga masyarakat membutuhkan solusi atau pemasukan.

Hartoyo menyampaikan, ada berbagai kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelatihan melalui Disnaker Jatim.

“Kami ingin memberikan solusi, siapa yang minat untuk mengisi kekosongan bisa ikut pelatihan agar bisa mandiri, bisa ikut pelatihan sesuai dengan kemampuan, mau otomotif Monggo, di situ banyak macam-macam, sesuai yang diminati,” kata Hartoyo.

Baca Juga: Wawalkot Tjutjuk Sunario Kembalikan Formulir Pendaftaran Bacabup Blitar ke Partai Demokrat

Hartoyo menjabarkan, pelatihan bisa diikuti berbagai kalangan, Tidak ada kriteria umur bahkan terbuka lebar bagi masyarakat yang tidak mampu membaca (buta huruf). Supaya taraf hidup mereka meningkat.

Ia menyebut, pelatihan bisa ditempuh dalam jangka 2-3 bulan, dan itu menyesuaikan dengan jenis pelatihan yang ditempuh.

“Pelatihan untuk saat ini, ada bahasa Inggris, perpustakaan, tata boga otomotif baik roda dua maupun roda empat,  merias, potong rambut dan masih banyak lagi," ungkap Hartoyo.

Baca Juga: MK Putuskan 5 Sengketa Hasil Pemilu Legislatif di Jawa Timur

Melalui Workshop Ketenagakerjaan ini, Hartoyo berharap, masyarakat bisa mengetahui tentang hak yang bisa diperoleh mereka. Termasuk perihal informasi permodalan setelah mengikuti pelatihan.

“Nanti dikasih modal, supaya perekonomian berjalan. Dengan pelatihan itu bisa dipasarkan melalui medsos sebagai media promosi," sambungnya. (roy)

Editor : Ibrahim