Jatim Masuk 10 Provinsi Terendah Dengan Prevalensi Stunting Sebesar 19,2%, Arumi Galakkan Makan Ikan

Reporter : -
Jatim Masuk 10 Provinsi Terendah Dengan Prevalensi Stunting Sebesar 19,2%, Arumi Galakkan Makan Ikan
Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak

Jakarta, JatimUPdate.id,- Angka stunting di Jawa Timur, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan pada tahun 2022 lalu, Jatim masuk dalam 10 provinsi terendah dengan prevalensi stunting sebesar 19,2%.

Angka ini dinilai lebih rendah dari prevalensi stunting nasional tahun 2022 yang mencapai 21,6%.

Baca Juga: Uni Eropa–Jerman Pantau Progres Jalur Kereta Regional Surabaya

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak sekaligus Ketua Tim penggerak PKK provinsi jatim menyampaikan untuk terus berusaha menekan angka stunting hingga di bawah 14% sebagaimana target yang ditetapkan oleh pemerintah di tahun 2024.

Arumi Galakkan Makan Ikan, Seruan Gemar makan ikan (gemarikan) kepada seluruh lapisan masyarakat di Bumi Majapahit pun dinilainya sebagai salah satu langkah yang efektif menekan stunting.

Baca Juga: GenRe Jadi Strategi Tekan Stunting Sejak Remaja, Pemkab Bondowoso Perkuat Pembinaan Generasi Muda

"Tentu kita juga harus mengimplimentasikan gerakan ini menjadi kerja nyata. Salah satunya adalah dengan membiasakan balita mengonsumsi ikan, karena balita saat ini dengan gaya hidup terbiasa makan fast food dan junk food yang dimana sangat tidak bagus," katanya saat menghadiri gelaran Hari Ikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 November di Lapangan Banteng banteng Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Dalam mengkampanyekan dan mengimplementasikan Gemarikan, ia menyadari perlu adanya gerakan bersama dari sejumlah stakeholders. Ia juga mengajak kepada seluruh Forikan di tingkat kabupaten/kota bergerak serentak. 

Baca Juga: Pengamat Minta KPK Blak-blakan 17 Tersangka Dana Hibah Jatim Belum Ditahan 

"Termasuk di tingkat kecamatan, desa, ini juga ada Forikan, jadi berjenjang sesuai dengan tugasnya masing-masing dan ujungnya bagaimana menekan stunting melalui Gemarikan," Tegas Arumi. (Yah)

 

Editor : Yuris. T. Hidayat