TPN: Ganjar Pranowo Punya Keunggulan Strategis Berbekal Konsepsi Bung Karno

Reporter : -
TPN: Ganjar Pranowo Punya Keunggulan Strategis Berbekal Konsepsi Bung Karno
Ganjar-Mahfud saat debat Pilpres ketiga

Jakarta,JatimUPdate.id - Sekretaris TPN Ganjar Mahfud Hasto Kristiyanto menyatakan optimis bahwa Ganjar Pranowo akan membuat kejutan dengan menampilkan konsepsi geopolitik, hubungan internasional, pertahanan dan keamanan yang otentik, disertai pemahaman terhadap kultur dan kondisi geografis Indonesia. 

“Dengan pengalaman dua periode sebagai anggota DPR RI, Pak Ganjar sangat memahami aspek strategis pertahanan-keamanan yang bertumpu pada kekuatan bangsa melalui penguasaan iptek, riset dan inovasi,” kata Hasto melalui siaran persnya yang diterima redaksi, Senin (8/1).

Baca Juga: Bawaslu Sidoarjo Inisiatif Bersihkan APK Kampanye

Hasto meyakini bahwa Ganjar Pranowo telah melakukan sintesa pemikiran Bung Karno, Bung Hatta, KH Agus Salim dan para pendiri bangsa lainnya. 

“Konsepsi Pak Ganjar berbasis kekuatan kolektif rakyat dan daya unggul kaum muda Indonesia sebagai kekuatan progresif untuk membangun kekuatan pertahanan negara yang disegani di dalam mewujudkan perdamaian dunia." ujarnya

Baca Juga: Soal Ada APK yang Tercecer, KPU Surabaya Beri Jawaban Begini

"Dengan blusukan dan tinggal di rumah rakyat, Pak Ganjar mampu mengangkat konsepsi yang membumi, bahwa pertahanan dan keamanan akan semakin kuat apabila kesejahteraan Wong Cilik diprioritaslan, keadilan hukum dikedepankan, dan rakyat dibangun semangatnya guna membangun kepemimpinan Indonesia bagi dunia," tambahnya.

Atas dasar hal tersebut Ganjar beber Hasto akan memadukan diplomasi pertahanan dengan diplomasi budaya, olah raga, ekonomi, perdagangan dan diplomasi bagi percepatan pengusaan teknologi yang di-drive kepentingan nasional Indonesia

Baca Juga: Panwaslu Kecamatan Bondowoso Latih Saksi Parpol dan Petakan Kerawanan Di TPS

Sehinga dia menilai kebijakan pertahanan Pak Ganjar dan Pak Prabowo sangat berbeda. 

“Pak Ganjar lebih mendorong kemampuan kaum muda Indonesia, para teknokrat dan lembaga riset di dalam membangun industri pertahanan masa depan; sementara Pak Prabowo lebih mengedepankan peningkatan hutang luar negeri untuk beli Alutsista,” demikian Hasto Kristiyanto. (Roy)

Editor : Ibrahim