Tiga Kandidat Berkopetisi Dalam Konfercab PWI Jember

oleh : -
Tiga Kandidat Berkopetisi Dalam Konfercab PWI Jember
Tiga Kandidat Calon Ketua PWI Jember Berkompetisi

Jember (jatimupdate.id) - Konfercab PWI Jember yang rencananya bakal digelar pada Hari Kamis, 2 Juni 2022, sejak pukul 09.00 WIB, di Java Lotus Hotel, diperkirakan bakal berlangsung dinamis.

Melalui Ketua Panitia Konfercab PWI Kabupaten Jember M Arif Sugiartani, menjelaskan, hingga pukul 19.42 WIB, sudah mendaftar tiga Bakal Calon Ketua PWI Jember, periode tahun 2202 - 2026, diantaranya Totok Sumianta, Sugeng Prayitno dan Supianik. 

Sesuai dengan ketentuan, kata Arif, Pendaftaran bakal ditutup pada pukul 00.00 WIB. Hari Sabtu (28/05/2022).

"Sebenarnya Aspirasi yang ada, diharapkan masih ada calon lain yang akan mendaftarkan diri, karena kan ada 11 orang yang dianggap memenuhi syarat mengikuti ajang pencalonan Ketua PWI Jember," ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Dasar Anggaran Rumah Tangga PWI, persyaratan yang harus dipenuhi, kata Arif diantaranya sudah menjadi anggota aktif sekurang-kurang selama satu tahun dan tidak terlibat dalam kepengurusan partai politik manapun.

"Kami selaku panitia hanya menjalankan amanah peraturan yang berlaku," ujarnya.

Keanggotaan PWI, kata Arif, terdiri dari Anggota Muda, Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan, yang jumlahnya sebanyak 28 orang, sedang yang sedang mengajukan menjadi anggota sebanyak 41 orang.  

Tetapi, menurut Arif, untuk menentukan kepastian anggota yang memiliki hak suara dan persyaratan mengikuti pencalonan sebagai Ketua PWI Jember, masih akan dikonsultasikan kepada PWI Pusat dan PWI Provinsi Jawa Timur.

"Secara hirarki organisasi, kami masih akan meminta petunjuk kepada PWI pusat dan PWI Jawa Timur, terkait dengan persyaratan pencalonan ketua dan siapa yang berhak memiliki hak suara," paparnya.

Supra Siap Melanjutkan Program 

Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sugeng Prayitno yang akrab disapa Supra itu menyatakan kesiapannya mengikuti pemilihan Ketua PWI Jember. 

"Saya sebenarnya hanya mengikuti dorongan teman-teman (Anggota PWI Jember), ya terserah teman-teman saja," ujarnya.

Supra menilai, selama kepemimpinan Sigit Edy Maryanto, PWI Jember telah mengalami kemajuan signifikan, selain penguatan konsolidasi internal PWI Jember, juga telah mampu mengembangkan kerjasama dengan pihak ketiga, diantaranya kerjasama dengan Universitas Negeri Jember.

"Jika memang teman-teman mempercayakan amanah ini, maka saya akan mencoba mengembangkan kerjasama yang sudah berjalan, dan mengembangkan kepada perguruan tinggi lainnya yang ada di Jember," paparnya.

Kerjasama dengan Unej, selama ini kata Sugeng, diantaranya dalam bentuk pemberian bea siswa, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

"Kerjasama yang positif itu, kami akan terus kembangkan," tegasnya.

Tak kalah pentingnya, menurut Supra peningkatan kualitas anggota PWI Jember, melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

"Hal ini kami nilai menjadi kewajiban PWI Jember untuk senantiasa meningkatkan kualitas anggota agar menjadi Wartawan Profesional," tegasnya.

Selain itu, Supra juga menjelaskan bakalan menjalankan program peningkatan ekonomi Wartawan, dengan mengembangkan kerjasama dengan pihak ketiga.

"Sehingga anggota PWI Jember punya kesempatan untuk meningkatkan ekonominya," jelasnya.

Totok Hanya Berniat Satu Periode

Sedangkan Totok Sumianta, yang mengaku telah mendaftar secara resmi, menegaskan jika memang dipercaya sebagai Ketua PWI Jember, bertekad hanya untuk satu periode saja. 

"Itupun, kalau misalnya saya tahun akan datang mencalonkan diri sebagai kepala desa, maka saya bersedia mundur," tegasnya.

Sebagai anggota PWI Jember, yang punya hak sama dalam memilih dan dipilih, Totok berjanji akan menjadikan PWI Jember sebagai ajang ibadah.

"Saya hanya berniat ibadah, selain juga ingin berbuat baik untuk orang banyak," paparnya.

Selain itu, Totok juga bersepakat melanjutkan program kepemimpinan sebelumnya, diantaranya kerjasama dengan pihak ketiga, peningkatan kualitas wartawan, dan peningkatan ekonomi Wartawan melalui pendirian Badan Usaha Ekonomi, seperti misalnya Koperasi.

"Yang pasti saya siap mengabdi untuk memberdayakan PWI Jember," tandasnya.

Terkait dengan isu keterlibatannya sebagai Pengurus partai politik, yang mungkin saja mengganjal dalam persyaratan sebagai Bakal Calon PWI Jember, Totok menegaskan sudah mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus partai politik.

"Saya kira sudah selesai, semua persyaratan yang harus dipenuhi sudah tidak masalah," ujarnya.

Supianik Ingin Menorehkan Sejarah 

Supianik, Satu satunya kandidat perempuan yang bakal turut meramaikan bursa pencalonan Ketua PWI Jember, menjelaskan Keikut sertaannya dalam pencalonan kali ini, tak lepas dorongan dari berbagai pihak.

"Setelah mendapatkan motivasi dari teman - teman, baik eksternal maupun internal, ahirnya saya putuskan untuk turut meramaikan pemilihan ketua PWI Jember," paparnya.

Anik, sapaan akrabnya Reporter salah satu radio Jember itu, menjelaskan bahwa PWI adalah organisasi terbuka yang memberikan hak sama, kepada semua anggota untuk memiliki hak memilih dan dipilih, tanpa membedakan jenis kelamin, perempuan atau laki-laki.

"Saya ingin menorehkan sejarah, sebagai perempuan pertama, jika memang dipercaya menjadi ketua PWI Jember," tegasnya.

Terlebih, selama ini Anik memang aktif dalam kepengurusan PWI Jember, selama dua periode, sebagai Bendahara. Karenanya, Wartawan perempuan ini juga tetap ingin melanjutkan program kepengurusan PWI Jember.

"Apalagi, selama ini saya juga terlibat dalam berbagai program PWI Jember, sudah seharusnya melanjutkan program yang sudah baik, dan meningkatkan program lainnya," tegasnya.

Diantaranya, peningkatan kapasitas anggota PWI Jember, seperti yang sudah pernah dijalankannya.

"Saya rasa juga penting, meningkatkan kualitas anggota, melalui pelatihan kewirausahaan," katanya.

Keikutsertaannya dalam mengikuti Bursa pencalonan ketua, kata Anik dalam rangka ikut mendinamisir kontestasi pencalonan, tanpa mengurangi tekadnya untuk tetap menjaga soliditas dan kebersamaan diantara sesama anggota PWI Jember.

"Karenanya, siapapun yang terpilih, saya berjanji akan tetap menjaga soliditas yang sudah kami rawat selama ini," tandasnya.

Mengenai tawaran untuk berkolaborasi, sesuai aspirasi para pendukungnya, Anik menghendaki menempatkan kompetisi sebagai ajang proses demokrasi yang sehat.

"Saya kira, harus juga menghargai aspirasi teman - teman untuk menyalurkan suaranya dalam konfercab nanti," tutupnya diplomatis.(Mmt)