Opera Wong Jember Gelar Jember Berbudaya, Tukang Parkir, Pedagang Asongan Hingga Camat Turut Menari 

Reporter : -
Opera Wong Jember Gelar Jember Berbudaya, Tukang Parkir, Pedagang Asongan Hingga Camat Turut Menari 
Jember Berbudaya digelar oleh OWJ

Jember _ JatimUpdate.id _ Saat Opera Wong Jember (OWJ) menggelar Jember Berbudaya, mulai tukang parkir, pedagang asongan, hingga Camat, turut menari. Sabtu (10/0202024).

Melalui Koordinator Jember Berbudaya Satoha, gerakan Jember Berbudaya bertujuan untuk penguatan Kebudayaan Kabupaten Jember, yang digelar bersama Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jember dan Pataji Nusabarong.

"Sejak pagi pukul 10, kami bergerak dari Alun Alun Jember, Pasar Rambipuji, Bangsalsari, hingga berakhir di Kecamatan Tanggul," kata Satoha.

Satoha tidak menyangka bahwa Gerakan Jember Berbudaya, akan mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat.

"Setiap titik, Masyarakat turut terlibat menari dan bernyanyi bersama, ini menunjukkan bahwa masyarakat Jember memang cinta budaya," kata Satoha.

Budayawan asal Panti itu, merasa terkejut, karena di Kecamatan Tanggul, tanpa dinyana sudah disambut oleh Camat Tanggul Hanifah.

"Kami sungguh merasa sangat dihormati, untuk itu kami perlu menyampaikan terima kasih kepada beliau (Camat Tanggul), atas dukungannya," kata Satoha.

Gerakan Jember Berbudaya, disambut Camat Tanggul 

Sambutan Camat Tanggul Hanifah terhadap Gerakan Jember Berbudaya, ditunjukkan dengan memberikan fasilitasi pentas dan tenda, di Alun - Alun Kecamatan Tanggul.

"Kami selalu memberikan dukungan bagi masyarakat yang punya ide atau gagasan, apalagi yang arahnya untuk membangun," ujarnya.

Dalam perbincangan santai bersama Camat Perempuan itu, menjelaskan bahwa di Kecamatan Tanggul terdapat banyak sumber daya alam yang masih bisa digali, sebagai destinasi wisata.

"Sumber Daya Alam itu merupakan kekayaan daerah, yang bisa mendongkrak sektor perekonomian, dalam mengatasi beragam permasalahan," ujar Hanifah.

Meski, Hanifah menyadari masih dibutuhkan sentuhan serius dari berbagai elemen, sehingga potensi itu dapat memiliki daya jual.

"Semua pihak memang harus lebih serius dalam menanganinya, pemerintah dan masyarakat bisa bersama sama dalam satu persepsi, bagaimana membangun potensi daerahnya," katanya.

Hanifah menyebut, Kecamatan Tanggul memiliki Wisata Religius Habib Sholeh, yang setiap tahun ramai dikunjungi ribuan peziarah. Bahkan setiap Minggu, pada malam tertentu, juga tidak sedikit masyarakat di Makam bersejarah itu.

"Kami berkeinginan masa kunjungan para peziarah itu bisa lebih panjang di Kecamatan Tanggul," harapnya.

Pada malam Gelaran Jember Berbudaya itu, hadir pula Danramil Tanggul, Kepala Desa Tanggul, dan Pengurus Bumdesma Delapan Pilar Tanggul. Mereka menari bersama para penari Gandrung.

Launching Kopi Argopuro

Dalam Gelaran Jember Berbudaya, Camat Tanggul Hanifah, juga berkenan meaunching Kopi Argopuro. 

Menurut Hanifah, Kopi Argopuro merupakan produksi BUMDESMA Delapan Pilar Tanggul, yang dipetik dari biji kopi pilihan Lereng Pegunungan Argopuro.

"Produksi Kopi Argopuro memiliki banyak kelebihan dibandingkan kopi sasetan lainnya, selain dipetik dari kopi biji pilihan, juga memiliki keunggulan kualitas rasanya," ujarnya seraya promosi.

Danramil 0824/16 Tanggul, Kapten Infanteri Abdul Muthalib, berkenan turut melaunching Kopi Argopuro itu, dengan menciptakan tagline.

"Kopi Argopuro Keren, Kopi Argopuro sejuta solusi untuk Nusantara," ujarnya, diikuti para hadirin.

Dengan dilaunchingnya Kopi Argopuro itu, Ketua BUMDESMA Delapan Pilar Tanggul Sugeng Prayitno, mengucap terima kasih, atas seluruh dukungan yang telah diberikan.

"Kami mengucapkan terimakasih, atas semua dukungannya, semoga akan menambah semangat kami untuk kemajuan Kecamatan Tanggul ke depan," tandasnya. (G1L) 

Editor : Miftakul Rahman