Tempat Usaha Tertimpa Bangunan Kuno di Kraton Gang II, Warga Ingin Eri Cahyadi Turun Tangan 

Reporter : -
Tempat Usaha Tertimpa Bangunan Kuno di Kraton Gang II, Warga Ingin Eri Cahyadi Turun Tangan 
Bangunan Kuno di Kraton Gang II

Surabaya, JatimUPdate.id - Merry Warga Kraton Gang II Jalan Pahlawan Surabaya, tidak menyangka tempat usahanya tertimpa runtuhan bangunan kuno yang lama tak berpenghuni. 

Maka sebagai korban Merry merasa dirugikan sekaligus harus meminta pertanggungjawaban kepada pihak siapa? 

Baca Juga: PDIP Surabaya Bicara Duet Eri-Armuji di Pemilukada Surabaya 2024

"Kebetulan hari minggu (18/02/2024) dini hari saya diberi tahu ada kerobohan di toko saya di Kraton gang 2. Ini sangat menyedihkan karena toko saya tertimpa runtuhan bangunan itu yang beralamat di Pahlawan 52, dan masalahnya bangunannya lebih tinggi daripada toko saya," katanya, Kamis (22/2).

Merry mengkhawatirkan jika bangunan tersebut dibiarkan, maka juga akan membahayakan orang lain yang lalu lalang melintasi jalan Kraton gang 2 depan bangunan tersebut. Dirinya sudah mencoba lapor ke pihak kelurahan namun belum ada tindak lanjut hingga kini.

"Karena kalau orang lewat pasti membahayakan, kami sudah ke kelurahan dan sudah ditanggapi, tapi belum ada tindak lanjut untuk solusinya hingga kini. Kami tanyakan siapa yang punya bangunan itu tapi mereka malah terkesan saling melempar," keluhnya.

Merry sebagai korban mengaku dirugikan ratusan juta, karena tokonya tertimpa runtuhan bangunan lain yang lebih tinggi dan tak berpenghuni.

"Semua warga disini khawatir. Toko saya sempat rusak dan bocor ketika hujan karena akibat tertimpa runtuhan lalu saya perbaiki lagi, dan saya takut tertimpa reruntuhan lagi. Saya sudah habis banyak untuk perbaiki toko saya hingga ratusan juta," ungkapnya.

Merry mempertanyakan, kalau sampai kejadian tersebut terulang lagi dan menimpa orang lain lagi, lalu siapa yang disalahkan. Masalahnya, menurut Merry kalau bangunan tersebut roboh kedepan maka akan menakutkan juga jika memakan korban.

Baca Juga: Soroti Mall THR, Pimpinan DPRD: Pemkot Kehilangan Duit Rp100 M

"Ini kan merugikan saya. Kami mohon ke Pak Walikota solusinya bagaimana? Kami sangat sedih sekali kalau ada kejadian seperti ini dan belum ada tanggapan," tandasnya.

Sementara itu, Ferdhie Ardiansyah Camat Bubutan Kota Surabaya mengatakan, bahwa terkait runtuhnya bangunan itu yang beralamat di jalan Pahlawan no.52 dan menimpa ke toko Trijaya di jalan Kraton gang 2 sudah dilakukan pengecekan.

"Sudah kami laporkan ke Dinas Terkait untuk dilakukan pengecekan, karena bangunan tersebut bukan cagar budaya, dan pemiliknya belum bisa kita hubungi," katanya, Jum'at (23/2).

Ferdhie menegaskan akan tetap menindaklanjuti oleh tim OPD atau Dinas terkait dan akan dirapatkan, karena wilayah Alun-Alun Contong masuk di kawasan cagar budaya Pemkot Surabaya.

"Nanti akan di tindaklanjuti oleh tim Dinas mas, akan dirapatkan, karena Alun-Alun Contong masuk di kawasan cagar budaya, sambil kami berusaha mencari tahu info pemiliknya," ucapnya.

Baca Juga: Ngebet Usung Eri Cahyadi di Pemilukada 2024, Golkar Surabaya Minta Sokongan Pusat

Ferdhie pun mengkhawatirkan bila ada kejadian yang serupa, karena bangunan tersebut merupakan bangunan lama. Oleh karena itu, jalan tersebut harus ditutup dulu dan tidak boleh dilalui.

"Kami juga khawatir bila ada kejadian yang serupa karena bangunan lama. Untuk sementara jalan tersebut di tutup dalu, agar tidak dilalui. Untuk sementara informasi itu yang bisa kami sampaikan ya mas," pungkasnya Ferdhie ketika dikonfirmasi wartawan.

Sebagai masyarakat Surabaya, Merry meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya agar segera diperhatikan untuk penyelesaian masalah ini. Supaya warga yang tinggal di sekitar bangunan itu tidak selalu merasa khawatir akan runtuhan susulan.

"Jadi, kami mohon ke Pemerintah Kota Surabaya dan Pak Walikota tolong kami karena ini sangat membahayakan. Toko saya tertimpa genteng, saya perbaiki sendiri pakai uang pribadi. Saya juga ngasih kepada OPD terdekat untuk bersih-bersih, tapi sampai sekarang sisa runtuhan tersebut juga enggak diangkut," sesalnya.

Editor : Redaksi