Pj Bupati Pidie: Hadapi Tsunami Globalisasi Budaya Asing Dengan Silaturahim dan Akhlak 

Reporter : -
Pj Bupati Pidie: Hadapi Tsunami Globalisasi Budaya Asing Dengan Silaturahim dan Akhlak 
Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto bersilaturahmi kepada para Tokoh di Kabupaten Pidie

Sigli - Jatimupdate.id - Mengawali Puasa Bulan Ramadhan,  Pj Bupati Pidie Ir H Wahyudi Adisiswanto,  menyampaikan pesan pentingnya , di Masjid Agung Al Falah, Kabupaten Pidie, pada Senin (11/06/2024).

"Kekuatan sebuah bangsa bukan terletak pada angkatan perang, melainkan pada akhlak," ujar Pj Bupati Pidie Ir H Wahyudi, mengawali tausiahnya.

Baca Juga: Penjabat Bupati Pidie dan Sekda Gelar Silaturrahmi dan Buka Puasa Bersama Insan Pers

Wahyudi mencoba mengaitkan Akhlak, dengan Inflasi, menurutnya mengukur inflasi dilakukan dengan dua parameter, yakni Kuantitatif dan kualitatif.

"Ukuran kualitatif menggunakan ukuran suplai dan demand, penyediaan dan permintaan, itu mudah mengukurnya. Jika permintaan naik, maka harga akan naik," ujarnya.

Namun, yang jarang dibicarakan adalah ukuran kualitatif, kata Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember itu, yakni ukuran gaya hidup, yang berkaitan dengan akhlak.

"Meskipun pendapatan meningkat, tetapi gaya hidupnya jelek, maka percuma, tidak akan memiliki daya beli," tegasnya.

Membangun akhlak, kata Wahyudi dapat dilakukan dengan mewaspadai setidaknya 3 ancaman tsunami kultural globalisasi, diantaranya :

  1. Tsunami mencerai beraikan,
  2. Menghanyutkan
  3. menyesatkan

"Untuk mengantisipasinya, pertama supaya tidak tercerai berai harus diikat dalam ikatan silaturrahim, kedua supaya tidak hanyut harus berpegangan pada ajaran agama dan ketiga supaya tidak sesat harus dibawah  bimbingan para alim ulama," paparnya.

Lebih lanjut, Wahyudi mengingatkan bahwa akhlak memiliki daya cegah terhadap segala kemungkinan yang dapat merusak sendi- sendi kehidupan. Untuk menghadapi nya, tidak bisa Pemkab Pidie menjalankannya sendirian, maka perlu kebersamaan.

Baca Juga: Plt Kadinkes Pidie Masuk Islam, Namanya Berganti Jadi dr Mohammad Dwi Wijaya 

"Seperti Tsunami yang secara harfiah sudah kita alami, namun makna lain, tsunami globalisasi budaya datangnya budaya asing, sungguh diperlukan kebersamaan dalam menanggulangi nya," ujarnya.

Tsunami globalisasi budaya asing itu, menurut Wahyudi bergerak setiap detik, yang sangat besar pengaruhnya, sehingga dapat mencerai beraikan, menghanyutkan, dan menyesatkan. 

"Untuk itu diperlukan memperkuat tali silaturahim, melalui penguatan kasih sayang kepada Allah, kepada sesama manusia dan kepada alam," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wahyudi juga mengingatkan dampak penggunaan Gadget kepada generasi muda, yang juga bisa menjadi gelombang tsunami.

Baca Juga: Meugang Akbar Mengawali Ramadhan Tradisi Sultan Iskandar Muda Kini Dilanjutkan Pj Bupati Pidie

"Cara menghadapinya, hanya dengan berkhidmat kepada agama," katanya.

Gelombang tsunami budaya yang menyesatkan itu, kata Wahyudi dapat menyebabkan manusia menjadi tersesat.

"Karenanya, tetaplah membutuhkan bimbingan dari para alim ulama," katanya.

Mengawali Bulan Ramadhan, Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto, bersilaturrahim kepada:

  1. Ketua MPU Kabupaten Pidie. Tgk. H. Ismi A Jalil (Abu Ismi Ilot) di Gampong Ilot Kecamatan Mila, 
  2.  Abu H. Mahiddin Ahmad. (Abu Reubee), Pimpinan Pesantren Darul Muta'allimat Al Munawarah, di Gampong Buloh Kecamatan Delima
  3. Melaksanakan Takziah Ke Rumah Duka, atas meninggal Nya Alm Abu. H. Moh Amin Ibrahim (Abu Keumala) di Dayah Darul Kamaliyah Mesjid Raya Keumala Gampong Jijiem
  4. Ke kediaman Abu Rabee
  5. Ke Kediaman Abu H. Ishak Ahmad (Abu Ishak Lamkawe) di Gampong Kandang, Kec. Kembang Tanjong. Senin. 11/03/2024. Pkl. 14:30
  6. Ke Kediaman Tgk. H. Ismail (Ayah Caleu/Tungkop), di Gampong Sukon Tungkop Kecamatan Indrajaya. Selasa. 11/03/2024. Pkl. 15:15 Wib. (MR)

Editor : Redaksi