Kian Memanas, Kedua Kubu Saling Klaim Dapat Sokongan Suara

oleh : -
Kian Memanas, Kedua Kubu Saling Klaim Dapat Sokongan Suara
Ilustrasi

Jatimupdate.id  - Perang Lucy Kurniasari vs Herlina Harsono Njoto kian terbuka untuk melenggang ke kursi panas DPC Partai Demokrat Surabaya, pada Muscab 20 Juni 2022

Baik Lucy maupun Herlina telah menyerahkan berkas pencalonan yang diterima Kepala Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jatim, Mugianto.

Mugianto berharap apa yang menjadi maksud dan tujuan dua bakal calon berjalan lancar. "Syarat syarat mendaftar sudah terpenuhi baik dari Kubu Herlina dan juga Kubu Lucy semua memenuhi syarat. Minimal dapat dukungan lebih dari 20 persen dari jumlah pemilik hak suara," ujar Mugianto.

Ia menjelaskan, DPD Partai Demokrat Jatim membuka pendaftaran sejak 9 sampai tanggal 13 Juni. Kemudian tanggal 18 dan 19 dilakukan verifikasi faktual.

"Selanjutnya pada tanggal 20 diadakan Muscab, tempatnya di Shangrila Hotel serentak diikuti hingga gelombang kedua, sebanyak 23 Kabupaten Kota. Gelombang pertama kemarin sudah diikuti 15 kabupaten kota," jelasnya.

"Nanti tanggal 18-19 verifikasi faktual, itu dipastikan dukungannya apakah sesuai dengan SK atau tidak. Jadi setelah itu mereka berdua dinyatakan sah dari sebagai bakal calon menjadi calon, untuk dilakukan Fit and Proper Test," lanjutnya.

Sama sama Klaim Dapat Dukungan

Usai mendaftar, Herlina mengaku optimistis bisa menunjukkan visi misi maupun program yang lebih baik untuk partai berlambang bintang mercy kedepan.

"Persiapan saya tetap melakukan konsolidasi dengan para pendukung, kemudian juga mempersiapkan Muscab dan Fit Proper Test  Tadi saya sampaikan ada 15 dukungan dari 31 (DPAC)," terangnya.

Pada kesempatan itu, Herlina berpesan, agar para pendukungnya saling menghormati dan tidak terprovokasi dengan isu-isu apapun tentangnya.

Dia juga mengajak masing masing kubu saling menjual kebaikan calon masing masing. "Saya mengingatkan, jangan menjatuhkan lawan, karena bagaimanapun, yang terpilih tetap berasal dari Partai Demokrat," tegasnya.

Sementara Indra selaku Kepala Bakomstra DPC PD Kota Surabaya menyatakan, ada  29 PAC dan 145 Pengurus Ranting yang turut mengawal pendaftaran Lucy Ke DPD Partai Demokrat Jatim.

Indra menegaskan, dukungan dari 29 PAC tersebut juga sudah ditandangani dan disaksikan oleh Notaris. "Bukti dukungan itulah yang kemudian dinyatakan sah oleh Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Mugianto." tegasnya.

Notaris Angkat Suara

Terkait penandatanganan pendukung Lucy, Siti Anggraenie Hapsari, selaku notaris menyatakan melaksanakan tugasnya sesuai undang-undang.

Sebelum proses penandatanganan dirinya sudah membacakan klausul di depan forum dan mempersilahkan masing - masing Ketua DPAC untuk membaca sendiri secara langsung.

"Secara profesional Saya telah melaksanakan tugas sebagai notaris yang menyaksikan secara langsung proses penandatanganan tersebut. Kemudian saya persilahkan satu persatu untuk membaca ketentuan yang ada, dan saya tanyakan apakah semua sudah setuju, tidak ada paksaan dari pihak manapun." bebernya.

"Semua kompak menjawab setuju secara suka rela tanpa ada unsur paksaan," paparnya.

Ketua Ikatan Notaris Indonesia Wilayah Jawa Timur ini menegaskan, dirinya tidak pernah main-main dalam menjalankan profesinya.

Bagi dia siapapun yang datang akan diperlakukan sama sebagai klien. "Sehingga mendiskreditkan saya yang dianggap tidak profesional. Maka itu sama dengan pencemaran nama baik." ketusnya.

"Itu bisa saya gugat dan saya tuntut," tegas notaris senior ini.

Adu Program

Langkah Herlina mencalonkan diri sebagai ketua, tidak hanya bermodalkan tekad saja. Melainkan telah menyiapkan sederet program bila terpilih jadi DPC Ketua Demokrat Surabaya.

Salah satunya, Herlina berjanji akan semakin giat turun ditengah masyarakat untuk mendengar keluhan dan memenangkan hati mereka untuk mengembalikan kejayaan Demokrat Kota Surabaya.

"Visi Misi dan program sudah saya siapkan dan kepada pendukung saya tidak menjanjikan bahwa kehidupan bersama saya, ketika terpilih menjadi ketua DPC akan berlangsung dengan nyaman, tapi tugas berat harus dilakukan secara masif dan intensif di lingkungan masyarakat Kota Pahlawan," tegasnya

Begitu pula dengan Lucy Kurniasari, ia mengaku telah menyiapkan sejumlah program juga. Di antaranya misi merakyat, nasionalis dan religius. Kuat berintegritas, konsisten pada nilai idealisme dan platform perjuangan.

"Perwujudannya sebagai misi dengan menjalankan roda organisasi DPC Partai Demokrat Kota Surabaya. Menjalankan komunikasi yang baik antar DPC, DPAC, dan DPRt, serta Fraksi DPRD Partai Demokrat Kota Surabaya," paparnya.

Lucy menjelaskan setelah sukses menguatkan Ranting, pihaknya akan mewujudkan terbentuknya anak ranting se-Kota Surabaya. Namun yang tak kalah penting bagi Lucy adalah misi memenangkan Pemilu 2024 yang akan datang.

"Saya bersama jajaran akan konsentrasi penuh untuk memenangkan Pemilu Legislatif, Pilkada dan Pemilihan Presiden 2024," pungkasnya.

Kata Pengamat

Dilansir dari Jatimnow pengamat Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Umar Sholahudin menilai, baik Lucy maupun Herlina merupakan sosok yang layak merebutkan kursi panas.

"Keduanya kader terbaik partai, kader idiologis partai dan kader teruji. Keduanya 'sukses' secara elektoral dalam setiap pemilu. Punya pengalaman. Internal yg baik, karena itu keduanya sangat layak menahkodai Demokrat Surabaya," jelas Umar

Menurut Umar, klaim kedua kubu harus dimanfaatkan elit Demokrat di atasnya. Agar sistem demokrasi benar-benar mampu diwujudkan.

Bukan malah keruh dan nyaris terbelah seperti Musda Demokrat Jatim, yang memaksa Bayu Airlangga hengkang dan berlabuh ke partai lain.

"Demokrasi harus mampu membangun sistem suksesi kepemimpinan yang kuat dan terlembaga. Berporos pada sistem. Nah, duel Lucy vs Herlina harus ditempatkan pada sistem suksesi tersebut. Sehingga akan melahirkan nahkoda yang kuat dan berkualitas," jelas Umar.

Sumber Internal

Menurut sumber internal, Lucy dinilai mempunyai prestasi moncer. Dikatakan, sejak Lucy menjabat Plt, Demkkrat jadi lebih baik, banyak programnya menyentuh mulai DPAC, Ranting, terlebih kepada masyarakat Surabaya.

Ia menyebutkan, selama Lucy meminpin 3 tahun. Sudah mengadakan 3 kali pendidikan politik yang sebelumnya tidak ada. Selain itu, Lucy juga dianggap berjasa untuk program KTA-nisasi Partai Demokrat Surabaya.

"Untuk mencari kader kader yang baru di demokrat surabaya, bu Lucy membeli mesin KTA. Jadi tidak perlu ke DPD maupun DPP sehingga masyarakat bisa mendaftarkan diri dengan mudah dan cepat sebagai anggota demokrat," ungkap Siswandi, salah satu senior di kepengurusan DPC Demokrat Surabaya, saat ditemui media.

Dikatakan, program seperti TKM (Tenaga Kerja Mandiri), TKM Ultra Mikro, Balai Latihan Kerja Komunitas Pesantren, Bina UKM,Wi Fi Gratis, Kegiatan kemitraan bersama mitra kerja BPJS Kes,BPJS Tk, BPOM, BKKBN, Makanan tambahan Ibu Hamil & Balita, Lucy juga selalu melibatkan pengurus DPC, DPAC beserta Ranting.

Saat pandemi Covid-19, anggota DPR RI 3 periode ini juga dianggap berhasil mendongkrak popularitas Demokrat Surabaya dengan 2 kali melaksanakan vaksinasi Covid-19 dengan kuota masing masing 1000 orang di kantor DPC Demokrat Surabaya.

Selain itu, dibawah kepemimpinan Lucy Kurniasari, DPC Demokrat Surabaya juga turut serta membantu Pemerintah kota dalam penanganan Pandemi Covid dengan membagikan 50 ribu lebih paket sembako kepada masyarakat melalui pengurus DPC, DPAC dan Ranting.

Saat Erupsi Gunung Merapi, Demokrat Surabaya juga turut peduli membantu masyarakat Lumajang berupa uang tunai dan logistik, serta membantu secara psikologis di lokasi pengungsian.

Masih di kepemimpinan Lucy, Demokrat Surabaya juga telah membeli 1 armada ambulan dan 1 unit mobil operasional (Toyota Innova) untuk kepentingan DPC dan masyarakat.

"Jadi wajarlah bila pengurus lebih condong memilih bu Lucy daripada yang lain, karena sudah terbukti, dibawah kepemimpinannya, Demokrat Surabaya menunjukkan eksistensi sebagai partai Politik yang dekat dengan masyarakat dan masif melibatkan para kader," terang Siswandi.