Mak Rini Siap Maju di Pilkada Blitar 2024, Bagaimana Peluang Calon Lainnya ?

Reporter : -
Mak Rini Siap Maju di Pilkada Blitar 2024, Bagaimana Peluang Calon Lainnya ?
Bupati Blitar, Hj.Rini Syarifah (Foto : blitarkab.go.id)

Blitar, Jatimupdate.id - Menjelang Pilkada Kabupaten Blitar 2024, persiapan maju dari berbagai tokoh dan partai politik telah dimulai. Salah satunya adalah Rini Syarifah, yang saat ini menjabat sebagai Bupati dan akan maju kembali dalam Pilbup Blitar 2024.

Rini Syarifah, yang akrab disapa Mak Rini, menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung dalam pemilihan tersebut. Ia mengatakan bahwa langkah selanjutnya akan tergantung pada rekomendasi yang diberikan oleh partainya, yakni PKB.

Baca Juga: Arif Fathoni Sebut Sidak Parkir Liar Eri Cahyadi di KBS Bukan Pencitraan

"Kalau kita masih diamanahkan, ya Insyaallah (maju) lagi. Sekarang saya kerja dulu, menyelesaikan pekerjaan dulu," ungkap Mak Rini pada Selasa (2/4/2024) seperti dikutip dari detikjatim.

Mak Rini juga telah berkomunikasi dengan beberapa partai politik, termasuk PDIP yang sebelumnya menjadi lawan dalam Pilbup Blitar 2020. "Semua tetap komunikasi, pokoknya semua kami rangkul untuk diskusi," jelasnya.

Selaku Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar, Mak Rini mengatakan bahwa ia tidak terburu-buru dalam menentukan pasangan untuk Pilbup Blitar mendatang. Saat ini, ia fokus menyelesaikan tugasnya sebagai bupati aktif.

"Bismillah pokoknya itu untuk Kabupaten Blitar. Yang jelas lebaran dulu ya," tambahnya.

Pada Pilbup Blitar 2020, Rini Syarifah berhasil memenangkan jabatan Bupati dengan dukungan dari PKB, PAN, dan PKS dengan perolehan suara sebanyak 365.365.

Sementara itu, pasangan petahana Rijanto dan Marhenis yang didukung oleh koalisi besar PDIP memperoleh sekitar 255.604 suara.

Baca Juga: Rapatkan Barisan Banteng Wiyung, PDIP Yakin Persatuan dengan Rakyat Kalahkan Money Politics

Bagaimana Peluang Calon Lainnya ?

Sejumlah tokoh menjadi sorotan di Kabupaten Blitar sebagai potensi kontestan Pilkada 2024, termasuk Rijanto dari PDIP, Suwito dari DPRD Kabupaten Blitar, Ferdians Reza Alvisa dari Gerindra, Adib Zamhari mantan bendahara PKB, Guntur Wahono dari DPRD Provinsi Jatim, Rahmat Santoso mantan wakil bupati Blitar, Hengky Kurniawan mantan bupati Bandung Barat, Bagas Wigasto Kades Rejowinangun, Tony Andreas Ketua KONI Kabupaten Blitar, dan Becky Hendriansyah alias Haji Becky seorang pengusaha muda.

Menurut Direktur Madrasah Pemilu Indonesia (MPI), Abdul Hakam Solahuddin, Pilkada 2024 di Kabupaten Blitar dipandang sebagai ajang balas dendam bagi PDIP yang kalah pada Pilkada 2020. Sebaliknya, PKB berusaha mempertahankan kemenangan.

"Wait and see dirasa langkah paling aman untuk saat ini," kata Abdul Hakam Solahuddin.

Baca Juga: Ingin Turut Serta Sukseskan Pilkada Serentak 2024, BEM UNIPRA Audensi dengan KPU Jatim

Politik di Kabupaten Blitar memiliki karakter unik, menurut Abdul Hakam Solahuddin, karena masyarakatnya dinamis dan kritis. Karena itu, tokoh-tokoh yang berencana mencalonkan diri harus mempertimbangkan langkah dengan cermat.

Menurut dosen hukum kepemiluan dan partai politik dari UIN SATU Tulungagung, setiap calon memiliki peluang yang sama dalam Pilkada 2024.

"Jadi intinya, setiap calon memiliki peluang yang sama, termasuk tokoh-tokoh anyar yang saat ini menjadi pembicaraan masyarakat," ujarnya.

Pilkada 2024 di Kabupaten Blitar juga dianggap sebagai ujian bagi kesuksesan partai politik dalam melaksanakan pendidikan politik. Menurutnya, partai politik harus memilih antara memasukkan figur-figur alternatif untuk masyarakat atau menyokong kader potensial untuk menduduki kursi pemerintahan. (BK/JP)

Editor : Redaksi