Calon Tunggal Dalam Pilgub 2024: Ancaman Bagi Masa Depan Demokrasi di Jawa Timur

Reporter : -
Calon Tunggal Dalam Pilgub 2024: Ancaman Bagi Masa Depan Demokrasi di Jawa Timur
Fauzin, Direktur Indopol Survey and Consulting Jawa Timur

Malang, JatimUPdate.id,- Dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2024, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tengah melakukan pertimbangan serius terkait langkah strategis yang akan diambil. Namun, keprihatinan muncul seiring dengan potensi munculnya calon tunggal dalam Pilgub tersebut, yang dianggap dapat merugikan masa depan demokrasi di Jawa Timur.

Ada dua opsi yang tengah dipertimbangkan secara serius oleh PDIP dalam pilgub Jawa Timur. Opsi pertama adalah mengusung Bu Risma sebagai calon gubernur, sementara opsi kedua adalah bergabung dengan Bu Khofifah dan mendukung kader partai untuk menempati posisi wakil gubernur.

Baca Juga: Anggota KPU Jember Baru Terima Warisan Masalah 

Fauzin, Direktur Indopol Survey and Consulting Jawa Timur, saat ditemui JatimUpdate Selasa (30/4/2024) menyoroti pentingnya memperhatikan orientasi partai dalam Pilgub. Dia menekankan bahwa apakah PDIP hanya berorientasi pada jabatan semata atau masih memperhitungkan soliditas internal partai dan penguatan ideologis partai menjadi pertimbangan krusial.

Menurut Fauzin yang merupakan alumni UB, jika orientasinya hanya pada jabatan semata, maka kalkulasi politiknya akan menjadi tunggal, hanya tentang cara untuk memenangkan Pilgub. Namun, hal ini berpotensi mengorbankan segala hal, termasuk soliditas dan ideologi partai.

PDIP, sebagai partai ideologis dengan basis yang kuat di Jawa Timur, didesak untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan, mengingat hasil survei yang menunjukkan bahwa satu-satunya penantang yang masih dihitung adalah Bu Risma, kader loyal PDIP.

Masyarakat Jawa Timur pun mengekspresikan harapannya agar partai politik dapat menghadirkan opsi-opsi figur yang dapat dipilih dalam Pilgub 2024. Fauzin juga menyoroti pentingnya para elit politik untuk tidak melakukan setting atau membuat skenario calon tunggal dalam Pilgub 2024, karena hal tersebut dapat merugikan masa depan demokrasi di Jawa Timur.

Fauzin menegaskan bahwa hal tersebut akan merugikan keberagaman pendapat politik dan pluralisme demokrasi yang menjadi inti dari sistem demokrasi.

Baca Juga: Peluncuran Tahapan Pilkada 2024 di Bondowoso: Semarak dengan Maskot 'Si Konah' dan Konser Band Letto

Menurut Fauzin, membatasi opsi pemilih hanya pada satu calon saja akan mengurangi kesempatan masyarakat untuk mengekspresikan pilihan politik mereka secara bebas. Ini juga dapat menghambat kompetisi politik yang sehat, di mana setiap calon harus memperjuangkan dukungan publik melalui visi, program, dan rekam jejak mereka.

Selain itu, kehadiran calon tunggal juga dapat mengurangi partisipasi masyarakat dalam proses politik, karena beberapa pemilih mungkin kehilangan motivasi untuk memberikan suara jika mereka merasa tidak ada alternatif yang layak.

Fauzin menekankan bahwa demokrasi yang kuat memerlukan persaingan yang sehat antara berbagai pilihan politik yang berbeda. Hal ini penting untuk mendorong akuntabilitas, inovasi, dan representasi yang lebih baik bagi kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Baca Juga: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso Gelar Apel Kesiapan Pilkada 2024

Dalam konteks Jawa Timur, di mana keberagaman budaya, agama, dan pandangan politik sangat kaya, pengekangan opsi politik hanya pada satu calon saja dapat menghambat perkembangan demokrasi yang inklusif dan dinamis di masa depan.

Oleh karena itu, fauzin menyerukan agar para elit politik dan pemimpin partai untuk menghormati prinsip demokrasi dan memastikan bahwa proses Pilgub 2024 berlangsung secara adil, transparan, dan kompetitif, dengan memberikan ruang bagi berbagai opsi dan pandangan politik. Hal ini dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga integritas demokrasi di Jawa Timur dan memastikan representasi yang beragam bagi kepentingan masyarakat.

“Agar Demokrasi Sehat di Jawa Timur Harus Muncul banyak figur calon gubernur,” Pungkasnya. (NT)

Editor : Nasirudin