Polisi Tangkap Empat Pelaku Penebang Pohon Milik Perhutani Blitar

Reporter : -
Polisi Tangkap Empat Pelaku Penebang Pohon Milik Perhutani Blitar
Keempat pelaku adalah NEW (53) alias Nahum warga Magetan, AN (44) sebagai bos serta NH (33) dan TW (33) warga Kecamatan Doko Kabupaten Blitar.

Blitar, JatimUPdate.id,- Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar dan Perum Perhutani KPH Blitar telah berhasil menangkap empat pelaku penebang kayu ilegal yang merampas sumber daya alam milik Perhutani Blitar. Dalam operasi gabungan ini, satu dari keempat pelaku berhasil ditangkap di wilayah Magetan atas dugaan pembalakan liar di hutan Perhutani daerah Doko.

Para pelaku yang berhasil diamankan adalah NEW (53), dikenal sebagai Nahum, warga Magetan, AN (44) yang diduga sebagai otak dari kegiatan ini, serta NH (33) dan TW (33), keduanya merupakan warga Kecamatan Doko Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Polres Blitar Kota Cek Sejumlah SPBU, Hindari Kecurangan Bensin Campur Air

"Kami berhasil mengamankan tiga pelaku di kawasan hutan Kecamatan Doko Kabupaten Blitar, sementara pelaku NEW ditangkap di lokasi padat penduduk di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan," ungkap AKBP Wiwit Adi Satria, Kapolres Blitar, pada hari Selasa (14/05).

Lebih lanjut, Wiwit menjelaskan bahwa NEW merupakan aktor intelektual dalam kasus pembalakan liar ini dan sempat bersembunyi di wilayah Jakarta. Dari hasil pemeriksaan terhadap keempat tersangka, polisi berhasil mengamankan 101 batang kayu jati dengan lingkar 100 sentimeter.

"NEW menyatakan bahwa dirinya berada di Jakarta karena memiliki kegiatan di sana, namun ia menyadari bahwa rekan-rekannya telah ditangkap," tambahnya.

Baca Juga: Rakit dan Jual Bahan Petasan, 2 Pelajar Diamankan Polres Blitar Kota

Polisi juga menyita 8 tunggak atau tunggul kayu jati bekas penebangan, beserta gergaji mesin dan sebuah tambang penarik kayu sebagai barang bukti.

"Selain itu, kami juga menyita 8 potong tunggul kayu hasil penebangan ilegal, satu buah tali tambang berukuran 20 meter, sebuah gergaji mesin, dan 1 unit handphone sebagai barang bukti," jelasnya.

Baca Juga: Polres Blitar Kota Bongkar Prostitusi Online, Upah Sekali Kencan Rp300 Ribu

Sementara tiga tersangka lainnya ditangkap di Blitar, otak dari kejahatan ini berhasil ditangkap di Jakarta Selatan. Saat ini, keempat tersangka telah ditahan di Mapolres Blitar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Atas laporan dari pihak Perhutani, keempat tersangka diduga melanggar Pasal 82 ayat 1 huruf c Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," pungkasnya.(RR)

Editor : Nasirudin