Pasca Balon Udara Meledak

Otoritas Bandar Udara Wilayah III Gelar FGD Bahaya Balon Udara Bagi Keselamatan Penerbangan

Reporter : -
Otoritas Bandar Udara Wilayah III Gelar FGD Bahaya Balon Udara Bagi Keselamatan Penerbangan
FGD Bahaya Balon Udara Bagi Keselamatan Penerbangan

Yogyakarta, JatimUPdate.id,- Tradisi menerbangkan balon udara menjadi perhatian Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Otban Wilayah III surabaya menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas bahaya balon udara bagi keselamatan penerbangan.

Acara ini diadakan di salah satu hotel di Yogyakarta dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk General Manager Airnav Indonesia Cabang Yogyakarta, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Tengah, serta perwakilan dari Kejaksaan Tinggi dan Polda ketiga provinsi.

Menurut Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya, Rizal, kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal lainnya sangat penting dalam upaya mengatasi minimnya pemahaman masyarakat akan bahaya balon udara bagi keselamatan penerbangan. "Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat memberikan sosialisasi yang masif kepada masyarakat sehingga mereka lebih paham akan bahaya tersebut," ujarnya.

FGD ini merupakan langkah konkret dalam menjaga keselamatan penerbangan tanpa menghilangkan tradisi balon udara di masyarakat. Namun, Rizal juga menekankan perlunya pemahaman dan peran aktif dari semua pihak dalam menyampaikan aturan menerbangkan balon udara sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 tahun 2018.

Rizal juga menyampaikan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku penerbangan balon udara liar sangat penting. "Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku agar dapat menimbulkan efek jera," tambahnya.

Selain FGD, dalam kesempatan tersebut juga diberikan apresiasi kepada lima konten kreator digital sebagai Pemenang Lomba Konten Digital Kreatif Balon Udara Tahun 2024. Lomba ini diharapkan dapat membantu mensosialisasikan aturan menerbangkan balon udara yang benar kepada masyarakat.

Bahaya balon udara bagi aktivitas penerbangan sangat serius. Balon udara dapat menyebabkan hilangnya pandangan pilot, tersangkut di sayap dan ekor pesawat, serta hilangnya daya dorong. Selain itu, balon udara mampu terbang dalam durasi yang lama, materialnya mudah terbakar, dan bisa mencapai ketinggian yang sangat tinggi. Kegiatan ini tidak berizin dan tidak terdeteksi oleh sensor, meningkatkan risiko bagi keselamatan penerbangan.

Selain membahayakan penerbangan, tradisi menerbangkan balon terbang juga membahayakan,  dikarenakan setiap balon udara tersebut seringkali ditambahkan petasan berukuran raksasa, seperti kejadian sebuah balon udara meledak di Dusun Muneng Tengah, Desa Muneng, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Senin (13/5/2024).

Ledakan tersebut menyebabkan empat remaja mengalami luka-luka. Salah satu korban ledakan tersebut alami luka bakar hingga 63 persen.

Kejadian bermula saat sekelompok remaja hendak menerbangkan balon udara yang membawa petasan di tengah sawah. Tak hanya mencoba menerbangkan balon udara, empat remaja juga menyalakan petasan yang sudah diikat di bagian bawah balon udara tersebut. Dua remaja berperan memegang tali balon dan satunya lagi memegang tali berisi rangkaian petasan. Sedangkan dua remaja lainnya membawa api untuk menyalakan petasan yang terpasang di bagian bawah balon udara itu. Namun, setelah sumbu petasan dinyalakan, balon udara tersebut justru tidak terbang ke atas seperti yang diharapkan. Petasan tersebut justru meledak sebelum balon udara bisa terbang dan mengenai beberapa remaja di sekitarnya.(NT)

Editor : Yuris P Hidayat