Bupati Blitar Beri Jawaban Atas PU Fraksi Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2023

Reporter : -
Bupati Blitar Beri Jawaban Atas PU Fraksi Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2023
Ket. Foto : Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah menyampaikan jawaban atas PU Fraksi

Blitar, JatimUpdate.id,- Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023.

Jawaban itu disampaikan Bupati Rini Syarifah pada Rapat Paripurna yang diselenggarakan di Graha Paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Rabu 29 Mei 2024 malam.

Baca Juga: Fraksi PDIP Soroti Rendahnya PAD Kabupaten Blitar, Tawarkan Solusi Ini

Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Muhammad Rifa’i didampingi Wakil Ketua Mujib. Turut hadir perwakilan Forkopimda, Sekda Kabupaten Blitar dan sejumlah kepala OPD.

Dalam penyampaiannya, Bupati Blitar memberikan jawaban secara rinci terhadap semua pandangan umum yang disampaikan Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Blitar dalam berbagai hal.

Satu diantaranya, yakni pandangan umum Fraksi PDI-P terkait stunting yang angka prevalensinya ditemukan naik 6% pada tahun 2023. Menurutnya, kondisi ini tentunya menggerakkan kita semua untuk segera mengevaluasi permasalahan penanganan stunting di Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Fraksi GPN DPRD Kabupaten Blitar Harap Kearifan Lokal Jadi Dasar Penyusunan RPJPD

"Maka sejak angka tersebut dirilis oleh Kementerian Kesehatan pada akhir April 2024, Pemerintah Kabupaten Blitar segera melakukan langkah koordinasi dalam rangka penyelesaian permasalahan stunting." Jelasnya.

Lebih lanjut, hasil dari evaluasi tersebut menghasilkan rumusan tindak lanjut yang segera dilaksanakan yaitu :
1. Pemenuhan cakupan pengukuran balita 100%;
2. Pemetaan faktor determinan stunting;
3. Penanganan balita terindikasi stunting sesuai kasus (pengobatan dan intervensi gizi);
4. Peningkatan sinkronisasi konvergensi intervensi spesifik dan sensitif agar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih.

Baca Juga: Fraksi PAN DPRD Kabupaten Blitar Dorong Pemda Serius Tangani Sejumlah PR

Ia menambahkan, berdasarkan hasil analisis, faktor determinan terbesar (73,97%) adalah faktor pola asuh, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan kampanye secara masif terkait pola asuh balita.

"Semoga segala upaya yang kita lakukan ke depan dapat mengurangi angka prevalensi stunting lebih dari yang kita targetkan," imbuhnya. (RD)

Editor : Anang AF