Resepsi Hari Jadi Kota Surabaya ke-721 Berlangsung Semarak di Balai Kota Surabaya

Reporter : -
Resepsi Hari Jadi Kota Surabaya ke-721 Berlangsung Semarak di Balai Kota Surabaya
Resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-721

Surabaya, JatimUPdate.id,- Resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-721 berlangsung semarak di Balai Kota Surabaya, dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Acara ini diramaikan dengan pertunjukan budaya yang menampilkan siswa dan pemuda Kota Pahlawan.

Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Surabaya turut hadir bersama 272 penerima penghargaan dari berbagai kalangan. Salah satu yang menarik dalam rangkaian acara tersebut adalah pengibaran Panji Surabaya, diikuti dengan pertunjukan seni musik patrol oleh siswa SD di Surabaya, serta penampilan kolaborasi seni dan budaya dari para seniman kota.

Musik patrol yang dikreasikan secara rancak dipadu dengan gerak tari para seniman cilik menjadi daya tarik tersendiri. Usai pertunjukan musik patrol, acara dilanjutkan dengan pagelaran seni budaya oleh seniman lokal.

Pagelaran bertajuk "Semarak Surabaya" menceritakan keberanian dan keluhuran nilai budaya kota ini. Cerita tersebut mengisahkan keberagaman yang menjelma menjadi tekad tak terkalahkan untuk terus berkarya dan berprestasi. Kisah ini terinspirasi dari cerita tokoh tradisi lokal, Joko Jumput, putra Ibu Praba Kinco, yang membabat alas dengan pecut gembolo Geni dan ramuan mujarab dari ibunya, menjadikan Surabaya sebagai kawasan yang didatangi berbagai suku dan masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi penampilan tersebut. "Tampilan seni ini yang membedakan dengan resepsi HJKS di tahun sebelumnya," kata Cak Eri ditemui seusai acara. Ia menambahkan bahwa pertunjukan seni ini memiliki makna filosofis tersendiri. "Pertunjukan seni Surabaya tersebut menunjukkan Surabaya dibangun dengan kebersamaan dan keberagaman," katanya.

Bagi Wali Kota Eri, momentum HJKS ini memiliki makna penting untuk memperkuat gotong royong antar masyarakat. Ia kembali menegaskan bahwa untuk mewujudkan pembangunan di Kota Pahlawan membutuhkan kerja sama seluruh pihak. "Membangun Surabaya tak bisa dengan one man show. Namun, memerlukan gotong royong seluruh pihak untuk bersama-sama memajukan kota menuju kesejahteraan," tambah Wali Kota.

Rekor MURI untuk Pos Bantuan Hukum

Selain itu, peringatan kali ini juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Surabaya dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya. MoU ini terkait dengan kerjasama program bantuan hukum yang merupakan inisiatif pertama dalam sejarah kota.

Wali Kota Eri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada DPC Peradi Surabaya yang telah menginisiasi program bantuan hukum ini. "Hari ini pertama kali dalam sejarah ketika kita bekerjasama dengan Peradi sampai dapat Rekor MURI," ujarnya. Pos Bantuan Hukum ini akan memberikan pendampingan kepada keluarga miskin di setiap Balai RW.

Ketua DPC Peradi Surabaya, Hariyanto, menjelaskan bahwa sebanyak 2.400 anggota DPC Peradi Surabaya akan menyebar di 1.368 Balai RW di Surabaya untuk memberikan bantuan hukum gratis. Mereka juga akan dibantu oleh mahasiswa fakultas hukum dari berbagai universitas di Surabaya.

Berkat inisiatif ini, Wali Kota Eri Cahyadi dan DPC Peradi Surabaya menerima sertifikat dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk "Pembentukan Pos Bantuan Hukum secara Serentak di RW Terbanyak." Sertifikat ini diserahkan langsung oleh Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, yang memuji kepedulian pemerintah kota terhadap warganya.

Resepsi peringatan HJKS Ke-731 ini juga dihadiri oleh tamu undangan dari Konsulat Jenderal dan Konsul Kehormatan negara-negara sahabat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya, pimpinan dan anggota DPRD Surabaya, akademisi, pemuka agama, tokoh masyarakat, LPMK, RT/RW, wartawan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. (dji/Yh)

 

Editor : Yuris P Hidayat